Elemen Komunikasi Krisis (Tulisan 2)

Banyak hal yang harus difahami untuk mengatasi krisis seperti Bencana Gempa di Jateng dan Jogja. Salah satu yang perlu difahami adalah elemen komunikasi krisis. Elemen ini akan membantu kita berkomunikasi agar tidak menimbulkan krisis baru yaitu trauma. Tulisan ini juga merupakan pemikiran Peter M sandman, Pakar Komunikasi Krisis.

 

ELEMEN-ELEMEN KOMUNIKASI

  1. INFORMASI

Apa yang kita ketahui tentang krisis ini?Apa yang ingin diketahui orang banyak?Bagaimana mengkomunikasikannya dengan efektif? Semua itu berbeda-beda dalam setiap krisis. Komunikator bisa merencanakan di muka, untuk berbagai krisis yang bisa diprediksi.

  1. LOGISTIK DAN MEDIA

Bagaimana sesungguhnya pesan-pesan bisa disampaikan ke tangan (dan sebisa mungkin ke pikiran) audience? Ini melibatkan berbagai hal mulai dari penanganan telepon (jalur apa, provider mana, gratis atau bayar dan sebagainya), penyamaan frekuensi radio antar unit atau instansi (polisi, SAR, pemadan kebakaran, rumah sakit) dan sebagainya. Untuk manajemen dan organisasi ini, setiap komunikator dan organisasi yang terlibat dalam penanganan krisis, sebaiknya memahami panduan yang telah ada dalam bentuk CD/DVD, yang bisa diperoleh dari U.S. Centers for Disease Control and Prevention (CDC) yang berjudul “Emergency Risk Communication CDCynergy. Bisa didapatkan di:http://www.cdc.gov/communication/emergency/erc.htm

  1. AUDIENCE ASSESMENT

Pihak mana sajakah yang harus dicapai?Apa yang sudah terpikirkan oleh mereka? Bagaimana semua itu mempengaruhi apa yang akan kita komunikasikan? Dalam setiap krisis, audience tidak semuanya sama dan tidak berada dalam kekosongan informasi. Dalam faktanya, informasi itu bahkan mungkin simpang-siur dan ditambahi dengan sistem nilai dan emosional yang ada pada mereka sendiri. Ini akan menyulitkan komunikasi. Untuk itu komunikator harus bisa memulainya dari TITIK DI MANA MEREKA MEMULAINYA.

  1. KETERLIBATAN AUDIENCE

Bagaimana komunikasi bisa terjadi secara DUA ARAH dengan efektif?Bagaimana membuat audience aktif dan bukan pasif? Keterlibatan massa audience adalah sangat penting. Setiap orang yang secara aktif TERLIBAT dan MELAKUKAN SESUATU, lebih punya daya tahan terhadap teror. Oleh sebab itu, jika tidak mengalami sesuatu yang parah, setiap anggota massa audience yang CUKUP SEHAT, semestinya didorong untuk ikut melakukan berbagai hal secara aktif, dan bukan menyelami perasaannya sendiri. Sebab, ini akan mengakibatkan mereka makin terjerumus ke dalam situasi shock-nya. Mereka akan lebih rentan terhadap berbagai isu dan teror. Jadi, libatkan mereka.Berikan daftar kepada mereka, apa-apa yang bisa mereka lakukan untuk membantu, dan tidak berdiam diri saja dicekam ketakutan dan teror.

  1. METAMESSAGING

Ini adalah sebuah metode atau cara untuk memberi penekanan pada ISI atau SUBSTANSI dari krisis dan bukan hanya sekedar INFORMASI tentang krisis.- Bagaimana meyakinkan massa;- Bagaimana meyakinkan diri;- Bagaimana menangani emosi massa; dan sebagainya. Jebakan yang sering muncul, adalah bahwa elemen perencana penanganan krisis lebih berfokus pada intuisi, yang berakibat:- Berlebihan dalam meyakinkan;- Berlebihan dalam percaya diri;- Tidak manusiawi;- Tidak toleran pada emosi pihak lain. Strategi terbaik yang bisa dilakukan adalah mengkounter berbagai upaya implementasi yang berbasis intuisi.

  1. SELF ASSESSMENT

Bagaimana sistem nilai kita, emosi kita, dan berbagai persoalan politik berpengaruh terhadap penanganan krisis? Dalam situasi apa biasanya kita salah? Apa hambatan yang berasal dari dalam? Bagaimana mengatasinya?

  1. REKOMENDASI UNTUK KOMUNIKASI KRISIS

– Jangan berlebihan dalam meyakinkan sesuatu kepada massa;- Ungkapkan hal itu BUKAN sebagai pernyataan utama;- Singkirkan atau tunda berbagai hal yang bisa menghambat penanganan krisis;- Telusuri berbagai ketidakpastian;- Sharing berbagai dilema yang muncul;- Pahami berbagai perbedaan pendapat yang terjadi;- Mau berspekulasi untuk situasi tertentu;- Tidak perlu perencanaan yang berlebihan, tidak perlu diagnosis yang berlebihan;- Jangan berharap bisa menghilangkan ketakutan dan teror;- Jangan permainkan emosi massa;- Legitimasikan ketakutan dan teror massa; – Bertoleransilah untuk reaksi awal yang cenderung berlebihan;- Mantapkan rasa manusiawi;- Katakan kepada massa apa yang diharapakan;- Tawarkan kepada massa hal-hal yang bisa dilakukan;- Biarkan orang memilih tindakan sepanjang tidak membahayakan;- Minta bantuan personil lebih banyak;- Pahami tentang kesalahan, defisiensi dan perilaku menyimpang dalam penanganan krisis;- Eksplisit jika berkaitan dengan pernyataan yang menjadi patokan;- Eksplisit jika merubah pernyataan, prediksi atau kebijakan resmi;- Tidak berbohong, tidak mengatakan hanya separuh-separuh;- Capailah keterbukaan dan transparansi yang total;- Berhati-hati dalam membandingkan risiko.

Leave a comment



Kirim Pesan

Kirim masukan dan kritik anda

Alamat Kantor

Jl.Cakrawijaya II ,
Blok J Nomor 10,
Kavling Diskum Jakarta Timur

Kontak Kami

Telepon 021-859012743/44

Faximile 021-8560408

Alamat Email

bamboedoea@bamboedoea.com

www.bamboedoea.com