Banda Aceh– Suksesnya Pilkada NAD 2006 yang baru saja berlalu menjadi kebanggaan Bamboedoea Communications. Betapa tidak event akbar yang menjadi sorotan dunia Internasional tersebut, Bamboedoea dipercaya untuk mengelolah sosilisasi terpadu (Media Center) Komisi Independen Pemilu.

KARNAVAL BECAK
Sejumlah pasangan cagub/wakil mengikuti karnaval dengam menggunakan becak mesin mengelilingi Kota Banda Aceh, pada acara deklarasi kampanye damai.

Kebanggaaan itu tentu saja sangat beralasan. Betapa tidak Pilkada Aceh merupakan Pilkada terbesar dalam sejarah Pemilihan Kepala Daerah di Indonesia. Bayangkan saja, Pilkada ini diselenggarakan di 19 Kabupaten/kota serentak, untuk memilih Gubernur/Wakil Gubernur sekaligus Bupati/Wakil Bupati dan Walikota/Wakil Walikota. Dilihat dari jumlah daerah yang melaksanakan pemilihan, tidak heran kalau terdapat 42.581 penyelenggara formal yang terdiri dari Petugas KPPS, PPG, PPK, Panwas, KIP Kabupaten/kota, sampai KIP Provinsi.

Dalam pemilihan skala besar inilah, Media Center KIP bergerak aktif menginformasikan segala data dan informasi seputar proses dan perkembangan Pilkada NAD.Sejak September 2006, Media Center sudah bergabung dengan KIP untuk mensosialisasikan informasi seputar pelaksanaan Pilkada, calon-calon yang bertarung ataupun perkembangan-perkembangan lain. Media center melakukan strategi komunikasi dengan menyebarkan materi sosialisasi, melaksanakan event-event pers, dan melibatkan publik secara luas.

Setiap hari, tim media center melakukan monitoring media dan melihat tren pemberitaan yang berkembang. Pada minggu-minggu menjelang Pilkada, jumlah berita yang muncul bisa mencapai 300 buah. Isu yang sedang hangat akan segera ditanggapi dengan melaksanakan Konferensi pers atau Press Background. Media dan publik juga bisa langsung meminta data ke help desk informasi yang selalu siap di Media Center. Selain itu, juga ada tim event yang membentuk konsep acara dan event yang meriah dan melibatkan berbagai unsur masyarakat. Deklarasi Kampanye Damai adalah dan karnaval becak adalah contoh event yang mendapat coverage nasional dan internasional.

Hal ini tentu tidak mudah, karena selain diperhatikan publik, banyak aspirasi yang harus diakomodasi. Sebagai contoh, total peserta yang ingin menjadi Kepala Daerah adalah 129 pasang calon Kepala Daerah atau 258 orang. Jumlah ini terdiri dari 8 pasang calon Gubernur/Wakil Gubernur dan 122 pasang calon Bupati/Wakil Bupati dan Walikota/Wakil Walikota. Yang istimewa dan menjadi perhatian banyak pihak, adalah bahwa terdapat calon independen di Pilkada yang diawasi 150 orang pemantau asing ini. Untuk memilih mereka, KIP membuka 8.471 TPS di seluruh NAD, dengan 16.942 kotak suara; 33.884 bilik suara; serta 8471 botol tinta Pilkada. Ini belum pengadaan logistik lainnya seperti termasuk 5.405.348 lembar surat suara dan 2.632.935 kartu pemilih.

Namun berkat kerja sama berbagai pihak, kerja keras ini tidak sia-sia. Pemilih yang ikut serta mencapai 79.9% dari Daftar pemilih tetap atau sama dengan 2.104.739 pemilih. Sebagai hasil, terpilihlah salah satu calon independen, yaitu irwandi Yusuf-M.Nazar, yang meraup 38.2% suara – mematahkan prediksi survey nasional dan internasional yang menyatakan kemungkinan besar akan ada Pilkada Putaran II untuk Pemilihan Gubernur/Wakil Gubernur.

Salah satu hal yang patut dibanggakan adalah kecilnya kesalahan mencoblos, yaitu hanya 4.39%. Jumlah yang menjadi angka terendah dalam pelaksanaan pemilihan di Indonesia itu mencerminkan bahwa masyarakat tahu dengan baik tata cara pencoblosan. Dengan kata lain, sosialisasi berhasil dilakukan.