Maysyarah, perwakilan dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Pekanbaru tampak tergopoh-gopoh memasuki Ruang Utari Parikesit di Hotel Bumikarsa Bidakara, Jakarta, pagi itu. Perempuan berkerudung merah muda ini adalah salah satu dari 11 perwakilan dari BPK seluruh Indonesia untuk menghadiri Pelatihan Peningkatan Keterampilan Kehumasan, yang dipercayakan pengelolaannya pada Bamboedeoa Komunikasi. Selain 11 perwakilan, pelatihan ini juga diikuti oleh 36 peserta dari kantor pusat Humas dan Luar Negeri BPK-RI.

Pelatihan ini adalah salah satu upaya untuk meningkatkan kualitas dan profesionalitas Biro Humas dan Hubungan Luar Negeri BPK-RI, mengingat besarnya kebutuhan informasi di lingkungan internal dan eksternal. Diharapkan, peserta pelatihan ini tidak hanya bisa memproduksi informasi, tapi juga mengelola dan menyalurkannya melalui media yang tepat.

Melihat kebutuhan ini, maka materi yang paling awal disampaikan adalah tentang Manajemen Media Center, yang disampaikan Direktur Bamboedoea Komunikasi, Heri Rakhmadi. Media Center ini khususnya difokuskan untuk pelayanan dan pengaduan dari Masyarakat. Dengan ringkas, Heri memaparkan konsep dan aktivitas yang dilakukan di dalamnya. Peserta pun cepat merespon dengan menanyakan kesulitan-kesulitan yang mungkin terjadi dalam sebuah Media Center.

Sesi selanjutnya adalah mengenai Public Campaign untuk Instansi Pemerintah yang disampaikan Analis Media, Hifni Alifahmi. Beberapa kali bekerja sama dengan aparat pemerintahan membuat Bamboedoea memiliki perbandingan akan kebutuhan masing-masing instansi serta budaya birokrasi. Materi tentang Publikasi, publisitas dan pengelolaan media internal, dibawakan selanjutnya oleh Agus Priyanto, praktisi media yang kini menjadi salah satu Analis di Media Center Depkumham. Pembawaannya yang selalu bersemangat menjadi sumber energi tersendiri bagi para peserta. Agus Priyanto pula yang mengisi materi di hari kedua untuk teknik penulisan sebagai kemampuan dasar humas.

Mengisi sesi terakhir sehabis makan malam adalah Andi Irman, Konsultan Komunikasi Bamboedoea yang sudah lama menggeluti Media Relations. Kali ini, Andi lebih menyoroti Media Monitoring dan Analisis sebagai action dasar pengambilan kebijakan komunikasi. Peserta menjadi lebih terlibat karena penyampaian sangat praktis dan aplikatif.