Presiden IPRA, Phillips Shepard (kanan) menyerahkan IPRA Award kepada Direktur Bamboedoea Heri Rakhmadi atas keberhasilan Bamboedoea dalam mengelola informasi dan komunikasi terpadu Pilkada Aceh

Sukses Pilkada Aceh yang dilaksanakan secara demokratis pada bulan Desember 2006, rupanya masih menuai penghargaan. Setelah dipuji kalangan Internasional atas sukses dan demokratisnya pilkada terbesar di Indonesia itu, kini IPRA (International Public Relations Associations) Indonesia yang memberikan penghargaan kepada Pilkada Aceh dan Bamboedoea Communications selaku pengelola komunikasi terpadu Pilkada Aceh (KIP Mediacenter Aceh). Penghargaan ini diberikan pada 5 September 2007 di Bali.

Menurut Elizabeth G Ananto, Ketua Tim Juri IPRA Indonesia Award 2007, Pilkada Aceh dan Bamboedoea Communications mendapatkan penghargaan terbaik I pada kategori Overall Institutions atas upayanya mensosialisasikan Pilkada Aceh sehingga berjalan aman dan demokratis. ”Sulit membayangkan Pilkada Aceh di bekas daerah konflik itu berlangsung damai tanpa adanya sosialisasi yang baik” jelas Elizabeth seusai penyerahan penghargaan.Penghargaan berupa Certificate of Excellence dan tropy Public Relations disampaikan oleh Philip Sheppard, President IPRA Internasional didampingi Teddy Kharsadi, IPRA National Chair pada tanggal 5 September 2007 dalam acara IPRA Regional Conference di Bali yang dihadiri 199 peserta dari 21 Negara. Teddy Kharsadi, IPRA National Chair menyatakan bahwa kemenangan KIP Mediacenter Aceh seakan-akan menegaskan Penyelenggaraan Pilkada Aceh memang sangat luar biasa.

”Mensosialisasi penyenggaraan pilkada dalam waktu yang sangat terbatas dengan wilayah yang sangat luas ditambah objek yang banyak dan penyelenggaraan serentak sungguh merupakan pekerjaan yang sangat sulit namun hasilnya sangat memuaskan” ungkap Teddy. ”Kemenangan KIP Mediacenter adalah hal yang sangat pantas karena memberikan dampak positif bagi perkembangan Aceh di masa mendatang.” tambah Teddy.Sebagai gambaran, Pilkada Aceh yang menjadi bagian dari kesepakatan Helsinki, adalah Pilkada yang pertama kali diselenggarakan pasca konflik berkepanjangan. Ajang demokrasi tersebut diselenggarakan dalam waktu bersamaan untuk memilih 19 pasang Bupati/walikota dan 1 pasang Gubernur di 21 kabupaten/kota.

Adapun jumlah keseluruhan kandidat yang berpartisipasi sebanyak 240 pasangan dengan jumlah pemilih sebanyak 2,5 juta penduduk. Meskipun demikian tingkat partisipasi pemilih sangat tinggi yaitu sebesar 79,9%. Angka partisipasi ini tertinggi dari seluruh penyelenggaraan Pilkada Gubernur di Indonesia.Sementara itu, Heri Rakhmadi , Direktur Bamboedoea Communications yang menerima penghargaan tersebut, menyatakan rasa bangganya karena turut memberi andil dalam proses perdamaian Aceh. ”Penghargaan ini adalah apresiasi kepada masyarakat Aceh dan kerja keras seluruh penyelenggara Pilkada termasuk dukungan media cetak dan elektronik serta UNDP yang mendukung program ini” katanya. Lebih lanjut Heri Rakhmadi menyatakan bahwa kemenangan ini adalah yang kedua kalinya pada tahun 2005 Bamboedoea melalui Program Kampanye Damai Pemilu 2004 memperoleh pernghargaan Honorable Mention pada IPRA Golden World Award (GWA) di Istambul Turki.

Sekilas IPRA
IPRA Indonesia Award yang merupakan bagian Penyelenggaraan IPRA Golden World Award yang dilaksanakan secara reguler (setiap tahun) untuk memberikan penghargaan bagi Program Publik Relations yang memiliki dampak signifikan dan berjangka panjang bagi negara dan masyarakat. 
Selain Bamboedoea Communications, pemenang lainnya adalah Garuda Indonesia untuk kategori Crisis Management dengan Topik Penanganan Musibah GA-200. Posisi kedua diraih oleh Indo Pacific Edelman dan Stratcom Indonesia yang memenangkan Certificate of Recognition yang masing-masing mengusung program ”Hail the king-Intel Core duo Indonesia launch” dan Placing Crispy Cream As Dougnut to Have.
IPRA adalah lembaga profesi bagi praktisi PR yang beranggotakan lebih dari 1000 top level profesional di 110 negara. Saat ini IPRA Internasional berumur 52 tahun dan berkantor pusat di London. IPRA dimaksudkan untuk meningkatkan standart dan kualias praktik sekaligus memperbaiki kualitas dan efisiensi Pi-ar di seluruh belahan dunia. (www.ipra.org).