Mengawali bulan Desember, Bamboedoea Komunikasi berkesempatan bekerja sama dengan Australia Indonesia Governance Research Partnership (AIGRP) untuk menyelenggarakan Policy Research Forum, sebuah event berisi pemaparan 16 hasil riset kolaborasi antara peneliti Indonesia dan Australia. Penelitian-penelitian yang melibatkan sejumlah nama besar di Indonesia, seperti Hadar Gumay dan Adrianus Meliala, ini mencakup bidang sosial, ekonomi, dan politik. Acara ini bertempat di Tenun Room, Hotel Four Seasons, Jakarta, pada tanggal 3 Desember 2007 lalu.

Konsep acara diramu dengan padat dan singkat, yaitu 16 presentasi dalam waktu kurang lebih 4 jam. Acara dipecah dalam 4 diskusi panel agar berlangsung efektif. Panel pertama ditujukan bagi riset menyangkut Desentralisasi dan Pemerintahan lokal, sedangkan panel kedua adalah mengenai Institusi pemerintahan dan Capacity Building. Sehabis coffee break, diskusi dilanjutkan dengan mengupas penelitian mengenai Pertumbuhan, Perkembangan dan Pengelolaan Ekonomi, dilajutkan dengan panel terakhir, yaitu Modal Sosial, Masyarakat Sipil, dan Kebijakan Lokal. Melihat luasnya skup pembahasan, tidak heran kalau para undangan dari Papua pun menyempatkan datang.

Menghindari overloaded informasi untuk media, strategi media kali ini adalah mempermudah penyerapan informasi dengan Press Conference sebelum acara, yaitu pukul 08.20 – 08.50 pagi, dan memilih satu topik yang paling hangat di Indonesia untuk dipublikasikan. Duet peneliti Hadar Gumay dan Stephen Sherlock dipilih untuk mengumumkan hasil riset mereka tentang Pengembangan Administrasi Pemilihan di Indonesia. Pasangan ini didampingi Convenor AIGRP, Andrew MacIntyre, untuk memberikan latar belakang acara. Hasilnya tidak sia-sia, sebanyak 16 media massa hadir dan tujuh diantaranya – seperti Kompas dan Media Indonesia – memuat  event tersebut. Jumlah tersebut termasuk tiga media Internasional, yaitu Australia Associated Press (AAP), Newsworld, dan www.inn-world.com.

Selain mengelola Media Relations, Bamboedoea juga melakukan desain dan produksi seminar kit berupa customized folder, USB, dan T-Shirt, serta 16 poster penelitian dalam dua bahasa. Poster ini kemudian ditampilkan dalam menyerupai pameran foto di depan ruangan forum, agar undangan mendapat pandangan menyeluruh sebelum pembahasan dimulai.

Membangun Good Governance

Kolaborasi riset adalah sebuah ide yang tercetus di Canberra, 4 April 2005, dalam sebuah diskusi antara Presiden Susilo Bambang Yudhoyono; Menteri Pendidikan, Bambang Sudibyo; Vice Chancellor dari Australia National University (ANU); Menteri Perdagangan, Mari Pangestu dan Prof. Andrew MacIntyre. Ide ini kemudian ditindaklanjuti oleh ANU dan Australia Indonesia Partnership (AIP) dengan membentuk AIGRP.

Diskusi beranjak dari kesepakatan bahwa penelitian itu penting sebagai bahan dasar perumusan kebijakan. Dengan kata lain, kebijakan yang bertumpu pada hasil riset di masyarakat akan membangun tata pemerintahan yang lebih baik karena sesuai dengan kondisi dan situasi di lapangan. Akhirnya, sebuah gabungan peneliti Indonesia dan Australia dilaksanakan untuk mengadakan riset tentang Indonesia, sehingga bukan hanya membangun Good governance, tapi juga mengembangkan hubungan baik Indonesia-Australia.