Seminar Transparansi BUMN, Jakarta (10/3).

Dengan adanya UU KIP, ada dua hal yang harus dilakukan BUMN. Pertama, wajib menyediakan dan melayani permintaan informasi secara cepat, tepat, dan proporsional. Kedua, wajib membenahi sistem dokumentasi dan pelayanan informasi; pembangunan infrastruktur teknis dan kelembagaan pelayanan informasi; serta merancang sistem penyediaan dan pelayanan informasi publik.

Demikian dipaparkan Menteri BUMN Mustafa Abubakar pada seminar Transparansi BUMN dalam Implementasi UU KIP pada 10 Maret lalu diHotel Sari Pan Pacific. Sebelum UU KIP disahkan, sebenarnya BUMN telah menerapkan kaidah-kaidah transparansi dan keterbukaan informasi publik. Pasal 5 Ayat 3 UU No. 19 Tahun 2003 tentang BUMN misalnya, menyebutkan dalam melaksanakan tugasnya, Komisaris dan Dewan Pengawas harus mematuhi Anggaran Dasar BUMN dan ketentuan peraturan perundang-undangan serta wajib melaksanakan prinsip-prinsip profesionalisme, efisiensi, transparansi, kemandirian, akuntabilitas, pertanggungjawaban, serta kewajaran.

Kementerian BUMN sendiri, kata Mustafa, dalam rangka mengedepankan prinsip-prinsip transparansi juga telah mengeluarkan SK Menteri Nomor KEP-117/M-MBU/2002 tentang penerapan Good Corporate Governance (GCG). Implementasi UU KIP yang berlangsung mulai 1 Mei 2010, diharapkan akan semakin memperkuat penerapan praktik-praktik transparansi dan pelayanan publik di BUMN.

Praktik-praktik GCG, setidaknya sudah terlihat dengan terpilihnya sembilan BUMN yang memperoleh skor integritas tertinggi sesuai penilaian KPK pada 2009. ”Hal ini merupakan suatu prestasi yang membanggakan. Saya berharapa BUMN-BUMN lainnya juga bisa mengikuti, ” tutur Mustafa memotivasi.

Seminar yang berlangsung sejak pagi hingga sore ini, terdiri dari dua sesi dan dihadiri oleh sekitar 200 peserta yang umumnya praktisi humas BUMN menghadirkan empat pembicara antara lain: Sekretaris Menteri BUMN, M. Said Didu, Kepala Badan Pembinaan Hukum Nasional Ahmad M. Ramli, Wakil Ketua Komisi Informasi Publik, Henny S Widyaningsih, dan Direktur Utama Bamboedoea Commmunications Heri Rakhmadi. Seminar yang mendapat apresiasi positif dari Menteri BUMN, para pembicara maupun peserta ini digagas oleh Bamboedoea Communications serta difasilitasi oleh Humas Kementerian BUMN dan majalah BUMN Track.