Suatu kebanggaan Bamboedoea Communications bersama Perum Bulog dan Departemen Hukum dan HAM (Depkumham) untuk pertama kalinya memberikan penghargaan Jurnalistik berupa tropy, dan piagam kepada para jurnalis dari berbagai media.

Perum Bulog menganugerahi Harian Kompas sebagai juara pertama pada kategori jurnalis feature competition ”Peningkatan Mutu Gabah Tergantung Insentif” yang ditulis oleh Hermas. Sedangkan Reuter meraih juara pertama untuk kategori foto jurnalist competition dengan judul foto ”Lumbung Padi Situmulya” oleh Fotografer Dadang Tri. Acara ini juga diselenggarakan dalam rangka Hari Ulang Tahun Bulog yang ke- 41.

Direktur Utama Perum Bulog, Mustafa Abubakar, mengucapkan selamat dan memberikan penghargaan kepada para jurnalis yang telah menjuarai kompetisi. ”Saya telah melihat karya-karya jurnalis yang berpartisipasi dalam kompetisi ini. Sungguh luar biasa. Saya sungguh tidak membayangkan hasilnya seperti itu” ungkapnya pada malam apresiasi jurnalis (12/5) di Gedung Oryza Perum Bulog.

Mustafa menyatakan tulisan yang disampaikan para jurnalis cetak benar-benar inspiratif, kritis dan telah menggambarkan dinamika aktivitas perum Bulog dalam penyediaan pangan rakyat. “Penghargaan jurnalistik ini merupakan wujud komitmen Perum Bulog dalam menghargai dan memberi apresiasi terhadap karya-karya jurnalistik para wartawan yang selama ini tak bosan-bosannya memberitakan tentang aktivitas Perum Bulog” jelas Mustafa

Sementara itu Depkumham bersama Bamboedoea Komunikasi juga mengadakan kompetisi jurnalistik yang diikuti oleh seluruh media lokal dan nasional pada 9 April 2008. Surprise jumlah karya yang masuk dalam kompetisi ini hampir mencapai 300 karya. Penyerahan hadiah sudah dilakukan tanggal 8 April 2008 lalu oleh Menteri Hukum dan HAM Andi Mattalatta di acara Malam Anugerah Jurnalistik di Gedung Pengayoman (Depkumham).

Dalam sambutannya Menkumham menyampaikan apresiasi kepada media yang memberitakan aktivitas Depkumham dari berbagai sudut, sehingga masyarakat paham atas peran dan ruang lingkup Depkumham. “Kami pantas memberikan penghargaan kepada media atas aktivitasnya selama ini,” ujar Andi.

Sedangkan Sekretaris Jenderal Depkumham Abdul Bari Azed mengatakan, acara Malam Anugerah Jurnalistik merupakan rangkaian acara kompetisi jurnalistik. Sebagai wujud komitmen terhadap upaya menghargai karya-karya jurnalistik, khususnya tentang hukum dan HAM. Depkumham menyelenggarakan kompetitisi jurnalistik untuk kategori media cetak, media foto, dan media televisi.

Kompetisi jurnalistik ini dibagi dalam tiga kategori, yakni feature, berita foto, dan liputan televisi. Untuk feature sebanyak 41 tulisan yang masuk. Kemudian berita foto sebanyak 225 foto, dan liputan televisi sebanyak 26. Menurut Bari, karya-karya jurnalistik ini dinilai oleh pakar yang kompeten di bidangnya, sehingga hasil penilaiannya dapat diterima semua pihak. Unsur penilaian meliputi edukasi, bobot, dan dampak pemberitaan, kelengkapan data pendukung, serta penyajian.

Hampir sebagian besar karya-karya yang masuk bagus, sehingga juri agak kewalahan untuk memilih pemenang. Namun karena harus ada juara, juri akhirnya memilih yang terbaik.