Ketua KPU A.Hafiz Anshary menyerahkan penghargaan kepada direktur utama Bamboedoea Heri Rakhmadi

Tidak sia-sia usaha Bamboedoea Communications selama enam bulan (16 Februari – 15 Agustus 2009) “berjibaku” membantu Komisi Pemilihan Umum (KPU) dalam mensosialisasikan Pemilu Legislatif dan Pemilu Presiden/Wakil Presiden 2009 kepada masyarakat Indonesia. Pada 31 Agustus 2009, KPU memberikan penghargaan kepada Bamboedoea atas kerja kerasnya mensosialisasikan pelaksanaan Pemilu 2009.

Dengan merevitalisasi Media Center KPU, Bamboedoea ikut mewarnai sosialisasi penyelenggaraan Pemilu 2009 yang dianggap sebagai pemilu terumit sepanjang sejarah republik ini.

Menurut Ketua KPU A. Hafiz Anshary, sebagai pengelola Media Center KPU yang difasilitasi UNDP, Bamboedoea Communications sangat banyak membantu KPU. Selama enam bulan penuh, kata Hafiz, Bamboedoea intensif membantu KPU, tidak hanya sebatas sosialisasi tapi juga aspek-aspek lainnya seperti membangun komunikasi dengan media dan organisasi masyarakat, pengayaan website,  pengolahan data, dan lainya.

“Untuk itu, kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya dan memandang perlu memberikan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada Bamboedoea Communications,“ tutur Hafiz.

Chief Technical Advisor Elections MDP-UNDP Fida Nasrallah juga turut memberikan apresiasi atas kerja keras Bamboedoea membantu KPU dalam mensosialisasikan pemilu. “Selama enam bulan ini sangat banyak (kegiatan sosialisasi pemilu) yang dilakukan Bamboedoea. Sebuah pekerjaan yang bagus,” ujar Fida.

Berbeda dengan saat menangani Media Center KPU 1999 dan 2004 dimana Bamboedoea menangani program sejak awal tahapan pemilu, pada Pemilu 2009 ini, Bamboedoea baru mulai bekerja 16 Februari 2009 (Pemilu Legislatif 9 April 2009). Pendeknya waktu tidak menyurutkan semangat tim Bamboedoea untuk mewartakan pentingnya pemilu dan tata cara menandai surat suara yang benar kepada masyarakat.

Pengalaman dua kali menangani Media Center KPU menjadi modal tersendiri bagi Bamboedoea dalam menggerakkan program sosialisasi KPU. Terbiasa bekerja dalam ritme yang cepat, menjadikan batasan waktu bukan halangan, malah memacu Bamboedoea menciptakan dan melaksanakan even sosialisasi, even media, dan mobilisasi sosial yang kreatif, massif, dan langsung sampai ke target sasaran.

Dengan prinsip efek “bola salju” dalam setiap kegiatan sosialisasi, MC KPU mulai menggelar berbagai kegiatan sosialisasi Pemilu 2009. Lewat kemasan yang menarik dan selalu bekerjasama dengan berbagai organisasi kemasyarakatan, kegiatan sosialisasi yang digelar Media Center KPU selalu mendapat sambutan yang antusias dari masyarakat dan media massa. Lewat media massa inilah informasi mengenai pemilu tidak hanya sampai kepada target audiencesosialisasi, tetapi juga sampai ke seluruh lapisan masyarakat Indonesia lewat pemberitaan. Inilah yang disebut efek “bola salju”.

Direktur Utama Bamboedoea Communications Heri Rakhmadi merasa bersyukur menerima penghargaan dari KPU. Menurutnya, hal tersebut merupakan salah satu bentuk apresiasi yang tulus yang  diberikan KPU kepada mitra kerjanya yang selama ini dinilai telah membantu mereka dalam menyelenggarakan Pemilu 2009.

“Mudah-mudahan penghargaan ini dapat mendorong Kami untuk bekerja lebih baik lagi dalam mendukung berbagai kegiatan kehumasan berskala nasional, “ ujar Heri.