278_IMG_0528

Kementerian PU Diseminasikan Informasi Melalui Talk Show

Suasana persiapan talkshow PU

Setengah jam sebelum masuk studio, wajah Dirjen Cipta Karya Kementerian Pekerjaan Umum Budi Yuwono, terlihat gelisah. Raut mukanya menampakkan ketegangan. Apalagi setelah mendapat informasi Menteri Perumahan Rakyat, Soeharso Monoarfa yang sedianya menjadi narasumber utama, mendadak batal datang. Situasi menjadi tidak karuan. Budi Yuwono, yang selama ini terkenal sebagai pejabat yang ramah, langsung termenung, dan bertanya-tanya ada apa ini?

Sepuluh menit kemudian, Budi Yuwono yang juga narasumber program talk show  Public Corner Metro TV bertajuk “Urbanisasi berkelanjutan: Tanggung Jawab Siapa?”diminta masuk ke studio karena acara akan dimulai. Singkat cerita, usai talk show wajah Budi tampak sumringah. Perasaannya lega karena berhasil melewati talk show dengan baik. Pertanyaan-pertanyaan yang dilontarkan presenter, dijawab dengan lugas dan artikulatif. “Tidak memalukan kan penampilan saya, “ ujarnya bangga.

Itulah sekelumit persiapan program talk show “Public Corner” Metro TV dengan  narasumber dari Kementerian PU. Sebelumnya, pada program yang sama juga pernah tampil Wakil Menteri Pekerjaan Umum Hermanto Dardak, Direktur Jalan dan Jembatan Wilayah Barat, Hediyanto W. Husaini, dan Direktur Penataan Ruang Wilayah II Sri Apriatini Soekardi. Herman Dardak terlihat lebih percaya diri dan santai sebelum talk show berlangsung. Sementara Sri Apriatini, dengan tekun membaca beberapa catatan ringkas yang sengaja dibuatnya sebelum memasuki studio. Hasilnya, saat talk show berlangsung, Sri Apriatini tampak sangat menguasai persoalan pengarusutamaan gender yang menjadi tema talk show. Dengan komunikatif, dia dapat menjawab setiap pertanyaan yang diajukan presenter dengan baik.

Talk Show Kementerian Pekerjaan Umum juga berlangsung di TVRI setiap pukul enam pagi. Sekretaris Jenderal Kementerian Pekerjaan Umum Agoes Widjanarko terpaksa harus datang sebelum pukul enam pagi untuk mengisi acara talk show tersebut. Sementara, Dirjen Bina Marga, Joko Muryanto terpaksa harus menunggu sekitar setengah jam saat rekaman pengambilan gambar program talk show karena terganggu  masalah teknis di studio yang tidak bekerja dengan baik. Beruntung, pada menit-menit terakhir, masalah kerusakan teknis dapat diatasi. Rekaman pun langsung dimulai.  Pejabat Kementerian Umum lainnya yang pernah menjadi narasumber talk show di TVRI adalah : Direktur Irigasi Ditjen SDA, Imam Agus Nugroho serta  Staf Ahli Menteri Bidang Ekonomi dan Investasi, Setia Budhy Algamar.

Begitulah. Sejak program Intagrated Communications Kementerian Pekerjaan umum bergulir, kesibukan awak Pusat Komunikasi Publik (Puskom-PU) Kementerian Pekerjaan Umum semakin bertambah. Bermitra kerja dengan Bamboedoea Communications, mereka intensif melakukan program sosialisasi dan komunikasi seputar berbagai hal tentang pekerjaan umum yang tengah menjadi wacana publik. Dari beragam aktivitas komunikasi yang digelar, program talk show di stasiun teve merupakan kegiatan yang menuntut perhatian yang lebih besar. Semua itu, tentu saja semata-mata agar hasil dan manfaat program talk show bisa berdampak lebih maksimal bagi masyarakat.

Career

Bamboedoea is an Integrated Communication Company and Public Relations (PR) Consultant with reputation and experience of managing nationwide public relations activities. 18 years of experience managing communications and public relations programs in various government and private companies. The company also has a variety awards from national and international PR organizations, require some staffs for positions as:

  • Executive Corporate Secretary,
  • Bussines Development/Account Executive,
  • Junior Media Consultant
  • Media Monitoring & Analysis.

Please send application, CV and recent photograph via e-mail : bamboedoea@bamboedoea.com cc to : mysyadadd@yahoo.com

Secretary:

  • Female
  • Diploma (D-3) in Secretary Academy, S1 communication or other relevant field with GPA > 3.00
  • Age between 27 – 30 years old
  • Strong expertise as Executive Secretary Min. 3 years of experience
  • Excellent of verbal & written communication skill in English
  • Mature, good communication, interpersonal skills with service oriented attitude, organizational skills, warm and confident personality, pleasant, organized, systematic, fast respond, dynamic and capable of adapting to rapid changes in the work environment
  • Self motivated, able to start immediately and able to work well independent (demonstrated initiative to solve problems without supervision and a proven ability to achieve set goals)
  • Able to work under pressure and overtime
  • Proficient computer literate (Ms Office, Internet, Email)

Junior Media Consultant/Editor

  • Male/Female max. 32 years old
  • Min. Bachelor Degree (S1) from any diciplines preferred from communication/Public Relation Journalism.
  • Experienced min 4 years in public relation/journalist/marketing communication field.
  • Have the ability in basic communication skills (business presentation, writing skill and interpersonal relationship skill).
  • Have a good wide range network with certain mass media.
  • Have good understanding of computer (MS word, excel, power point & visio) and also Internet, Social Networking (Facebook, Twitter, Blogs etc)
  • Creative and have fast pace working attitude
  • Able to verbal & written communications skills in English is advantage.
  • Must be willing to work overtime

Media Monitoring & Analysis :

  • Male/Female max. 28 years old.
  • Min. Bachelor Degree (S1) from Communication/Public Relation/Journalism and related subject
  • Experienced min 2 years in public relation/marketing communication/journalism field.
  • Have the ability in basic communication skills.
  • Have good analysis skill
  • Understands strategy concept and public relations analysis.
  • Computer literate (MS Word, Excel, etc)
  • Able to verbal & written communications skills in English is advantage
  • Must be willing to work overtime

Bussines Development/Account Executive :

  • Male/Female, preferably single with age max 28 years old
  • Good appearance, personality and attractive
  • Min. Bachelor Degree (S1) from Marketing/communication/Public Relation and related subject
  • Min. 3 year experience.
  • Having good relation with consumer goods company, agency and media (print-ad/radio/tv)
  • Having good skills on communication and presentation
  • Posses broad network and client database
  • Computer literate is a must (power point, excel, MS word)
  • Good team player, highly motivated and ready to working under pressure
  • Excellent of verbal & written communication skill in English.
  • Have passion for social enterprise
300_otda

Mengabarkan Kebijakan Seputar Otonomi Daerah

Memang persoalan otonomi daerah dapat dikatakan cukup kompleks dan banyak dimensi, karena tidak hanya menyangkut persoalan hukum dan pemerintahan saja, tetapi juga terkait aspek ekonomi, sosial, politik, budaya, hankam, dan bidang lainnya. Belum lagi pendapat yang menganggap bahwa sebagai negara kesatuan dengan wilayah yang begitu luas (dalam bentuk pulau-pulau) serta didiami ratusan etnis yang berbeda, akan sangat sulit menerapkan otonomi daerah. Berbagai tantangan inilah yang telah diemban Ditjen Otda selama 10 tahun. Ditjen Otda adalah ‘jembatan’ untuk meretas berbagai tantangan pelaksanaan otonomi daerah di Indonesia dengan memformulasikan berbagai kebijakan agar tercipta efektifitas dan efisiensi penyelenggaraan pemerintahan yang desentralistik dalam wadah NKRI.

Melihat persoalan ini, penyebaran informasi secara komprehensif terkait penerapan dan kebijakan otonomi daerah menjadi sesuatu yang penting. Selain desiminasi dengan format konvensional seperti tatap muka, seminar, pertemuan, dan lainnya, mulai tahun ini Ditjen Otda menggandengan Bamboedoea Communication menggunakan medium tulisan jurnalistik untuk mengabarkan update terbaru tentang perkembangan otonomi daerah dan kebijakan kepada para stakeholders-nya terutama pemerintah daerah.

News letter Info Otda menyajikan berbagai kebijakan perkembangan terbaru tentang otonomi daerah yang dikemas dengan gaya penulisan jurnalistik yang ringan dan menarik dibaca. Berbagai peristiwa perkembangan otonomi daerah juga diulas secara menarik dan komprehensif. Selain rubrik tetap wawancara dengan Ditjen Otda, di dalam newsletter ini juga tersaji kabar perkembangan penerapan otonomi daerah dari berbagai kabupaten/kota yang ada di Indonesia.

295_ok

Membumikan REDD+

Dibanding isu politik dan hukum, pengetahuan masyarakat Indonesia tentang isu lingkungan hidup dan perubahan iklim sangat minim. Selain menganggap isu ini tidak begitu menarik, terdapat juga kesan di masyarakat bahwa isu terkait lingkungan dan perubahan iklim sulit untuk dipahami, berbeda dengan isu politik atau hukum yang hampir tiap hari mereka saksikan di televisi atau baca di koran. Selain tidak familiar di kuping masyarakat, isu ini dianggap hanya dipahami oleh orang-orang dengan latar keilmuan tertentu saja. Bahkan ada anggapan, penggiat lingkungan hidup terlalu international minded  dan ‘terlalu asik’ dengan berbagai istilah-istilah ilmiah perubahan iklim.

\Minimnya kepedulian terhadap isu lingkungan dan perubahan iklim juga melanda negara-negara di dunia lain. Survei yang dilaksanakan oleh universitas Oxford/Nielsen pada Oktober 2009 menunjukkan hanya 37 persen responden dari 54 negara yang peduli pada perubahan iklim. Jumlah ini menurun dari 41 persen pada jajak pendapat dua tahun sebelumnya (Kompas, 7/12/2009). Data dari Pusat Informasi Kompas mencatat dalam kurun waktu lima tahun (2005-2010) berita terkait perubahan iklim sebanyak 1.900-an berita yang di dominasi berita tentang pertemuan tentang perubahan iklim yang berskala internasional. Bandingkan dengan berita terkait korupsi dan pemilu/pemilukada yang jumlah beritanya di atas 9.000 berita.

Jika kepedulian dan pengetahuan masyarakat terkait isu tentang lingkungan hidup dan perubahan iklim saja minim, bagaimana dengan isu turunannya? Meningkatkan kesadaran publik terhadap isu lingkungan dan turunan inilah yang coba dilakukan United Nation Development Programme (UNDP) lewat program “Provision of Public and Communications Consultancy in Support of the REDD+ Task Force”. Program ini bertujuan untuk meraih dukungan masyarakat Indonesia dan internasional terkait implementasi program Reduction of Emissions from Deforestation and Degradation in Developing Countries (REDD+ atau pengurangan emisi yang berasal dari penurunan perusakan hutan dan tutupan hutan di negara berkembang). Lewat tender terbuka yang diikuti perusahaan konsultan termuka di Indonesia dan asing, UNDP menjatuhkan pilihannya kepada Bamboedoea Communication untuk mengelola program ini. Fokus dari program ini adalah mempersiapkan dokumen strategi komunikasi untuk Badan pegelola program REDD+.

Dalam pembuatan dokumen strategi komunikasi ini, prinsip yang dipegang Bamboedoea adalah bagaimana isu lingkungan hidup dan perubahan iklim, khususnya program REDD+ mudah dimengerti dan dipahami masyarakat. Terlebih lagi, target utama pengenalan REDD+ ini adalah masyarakat di daerah terutama masyarakat kawasan hutan dan masyarakat adat. Perlu ‘pembumian’ isu REDD+ agar masyarakat awam bisa memahami manfaat program ini. Selain itu,  strategi kampanye nasional REDD+ juga menjadi rancangan strategi komunikasi utama Bamboedoea. Program REDD+ ini akan berhasil jika semua lapisan masyarakat Indonesia mengerti dan memahami begitu banyak manfaat program ini bagi Indonesia, tidak hanya saat ini tetapi di masa mendatang. Isu lingkungan hidup dan perubahan iklim yang sudah menjadi isu dunia, juga menjadi perhatian Bamboedoea dalam perancangan strategi komunikasinya.

Selain isu REDD+ yang masih relatif sedikit dipahami masyarakat Indonesia, perancangan dokumen strategi komunikasi yang komprehensif, terintegrasi, dan mudah diimplementasikan menjadi penting. Karena itu perancangan dokumen strategi komunikasi diupayakan selengkap dan sepraktis mungkin. Penyusunan dokumen mulai dari  PR dan strategi komunikasi, media dan krisis manajemen, public outreach educationmessaging dan brandingmulti stakeholder management, hingga genaral public customer dan sosialisasi lewat social media(facebook, twitter, youtube, dll) dibuat dengan lengkap dan mudah diimplementasikan.

Selain merancang strategi komunikasi, Bamboedoea juga menyiapkan dokumen sturuktur organisasi komunikasi Badan REDD+ jika nanti terbentuk, lengkap dengan panduan metode perekrutan sumber daya manusia, pelatihan, dan penguatan kapasitas komunikasi. Benang merah dari semua dokumen ini adalah bagaimana isu REDD+ bisa membumi dan menjadi diskursus di semua lapisan masyarakat Indonesia. Memang tidak mudah, tetapi juga bukan pekerjaan yang sulit jika orang-orang yang paham isu ini tidak ‘asik sendiri’ dan mau menyederhanakan penyampainnya kepada publik. Dokumen strategi komunikasi sudah tersedia, tinggal Badan REDD+ menjalankannya.

Kirim Pesan

Kirim masukan dan kritik anda

Alamat Kantor

Jl.Cakrawijaya II ,
Blok J Nomor 10,
Kavling Diskum Jakarta Timur

Kontak Kami

Telepon 021-859012743/44

Faximile 021-8560408

Alamat Email

info@bamboedoea.com

www.bamboedoea.com