249_Picture 659

30 April 2010 Awal Era Keterbukaan Informasi Publik: Badan Publik Harus Segera Siapkan Diri

Walau tinggal di Lampung, tidak menghalangi Hendro Kusomo dari Balai Besar Wilayah Sungai Mesuji Sekampung, Kementerian Pekerjaan Umum Bandar Lampung mengikuti Workshop Strategi Kehumasan Menyambut UU Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik (UU KIP) yang berlangsung di Jakarta, 19 November 2009 lalu. Baginya, informasi mengenai strategi penerapan UU KIP sangat penting diketahui, terlebih lagi, Hendro bekerja di sebuah Badan Publik (BP) yang langsung bersentuhan dengan kepentingan masyarakat.

Tidak hanya Hendro, sebanyak 40 orang Humas dari berbagai BP juga terlihat antusias mengikuti workshop yang membahas langkah-langkah strategis yang harus dilakukan BP agar bisa menerapkan UU KIP yang akan berlaku 30 April 2010.

Mengingat hanya dalam hitungan bulan UU KIP diterapkan, Bamboedoea berinisiatif menggelar sebuah workshop sehari tentang strategi Humas Badan Publik untuk menerapkan UU KIP. Sebagai Konsultan PR yang telah lebih dari sepuluh tahun berpengalaman mengelola Media Center berbagai event nasional dan beberapa Pusat Informasi dan Komunikasi di kementerian/lembaga negara, Bamboedoea merasa perlu mengadakan sebuah forum evaluasi tentang sejauh mana BP telah mempersiapkan diri menerapkan UU KIP.

Tema-tema penting yang  dibicarakan pada workshop ini antara lain: UU KIP dan Semangat Good Governance; Peran Komisi Informasi dalam Mengawal UU KIP; Manajemen Sistem Pelayanan Informasi Publik; dan Pemanfaatan Teknologi dalam Pelayanan Informasi.

Dengan menghadirkan para nara sumber yang kompeten di bidangnya, para peserta tidak hanya disuguhkan penerapan UU KIP dalam bingkai wacana, tetapi langsung pada tataran operasional.

Untuk mengetahui semangat yang terkandung dalam UU KIP dan kaitannya dengan good governance, workshop menghadirkan Kepala Badan Pembinaan Hukum Nasional Kementerian Hukum dan HAM Prof. Dr. Ahmad M.Ramli. Sedangkan, untuk mengetahui seluk beluk dan tupoksi Komisi Informasi (KI) dan mekanisme penyelesaian sengketa publik dihadirkan Wakil Ketua KI Henny S. Widyaningsih.

Pemaparan yang tidak kalah pentingnya adalah bagaimana strategi BP agar mampu mempersiapkan diri menerapkan UU KIP secara optimal dalam sisa waktu beberapa bulan sebelum diberlakukan. Materi ini disampaikan oleh Direktur Utama Bamboedoea Communications Heri Rakhmadi.

Dalam paparannya, Heri mengatakan, dalam kurun waktu kurang dari 100 hari kerja, BP harus segera melakukan persiapan-persiapan implementasi UU KIP bisa memberikan pelayanan yang baik kepada masyarakat.

Yang sangat mendesak segera dilakukan adalah mensosialisikan keberadaan UU KIP di kalangan internal BP. Selain itu, saat ini BP harus segera membuat organisasi sederhana (minimal pokja) yang bertugas melakukan pengumpulan dan pengelolaan data/Informasi, memutakhiran website, penyusunan sistem, mekanisme, alur pengelolaan dan pelayanan informasi, penyiapan SDM personil organisasi, serta menyiapkan infrastruktur.

Humas harus menjadi garda terdepan dalam pelayanan informasi publik. Sudah saatnya merevitalisasi paradigma Humas dari pengontrol informasi  menjadi paradigma pelayanan informasi publik maximum access limited exemption, yakni memberikan informasi sebanyak-banyaknya dengan pengecualian yang terbatas. Karena UU KIP mengamanatkan Badan Publik harus melayani semua permohonan informasi, sepanjang bukan informasi yang dikecualikan.

294_bimtek

Bimtek Informasi Pemilukada : Kuncinya Penguatan Kapasitas

Direktur Bamboedoea Heri Rakhmadi memberikan paparan strategi sosialisasi pemilukada

Penguatan kapasitas sumber daya manusia (SDM) Komisi Pemilihan Umum (KPU) di daerah-daerah menjadi salah satu kunci keberhasilan sosialisasi penyelenggaraan Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pemilukada) di seluruh Indonesia. Salah satu biang rendahnya tingkat partisipasi masyarakat dan juga sering terjadinya kerusuhan dalam beberapa penyelenggaraan Pemilukada di tanah air adalah minimnya sosialisasi dan pelibatan masyarakat.

Salah satu strategi agar KPU di daerah bisa meranang program kehumasan yang efektif, efisien, tepat sasaran, dan melibatkan sebanyak mungkin stakeholders adalah memberikan kapasitas tentang strategi dan perencanaan sosialisasi pemilukada. “Salah satu cara agar sosialisasi berjalan efektif dan efisien di tengah keterbatasan dana sosialisasi adalah dengan penguatan kapasitas para personil KPU di daerah-daerah,” papar Direktur Bamboedoea Communications Heri Rakhmadi saat menjadi pembicara utama pada Bimbingan Teknis (Bimtek) Informasi Pemilukada yang berlangsung di Cianjur, Jawa Barat (25/04).

Memang, masalah keorganisasian di KPU daerah menjadi salah satu permasalahan serius, terutama keorganisasian kehumasan. Sebagai tulang punggung sosialisasi pilkada di daerah struktur organisasi Humas sangat terbatas baik jumlah, peran, maupun anggaran. Pertanyaan kunci sebelum memilih teknik dan taktik kehumasan pemilukada adalah, berapa anggaran yang tersedia, kondisi Infrastruktur  komunikasi yang tersedia, dan kualitas serta kuantitas SDM,” ujar Heri di depan anggota divisi sosialisasi KPU dari seluruh Indonesia.

Menurut Heri, jika kapasitas SDM kehumasan KPU di daerah sudah baik, maka keterbatasan dana bisa disiasati dengan program-program kehumasan yang kreatif dan efisien tetapi punya dampak yang cukup signifikan. Pengalaman serupa pernah dilakukan Heri Rakhmadi saat menjadi Team Leader Media Center KPU 1999, 2004, dan 2009. “Dengan dana yang terbatas bisa dirancang program kehumasan yang massif dengan melibatkan sebanyak mungkin stakeholders sehingga mempunya dampak yang luas dan signifikan. Intinya kreatifitas dan mau bekerja keras,” jelasnya. Salah satu cara untuk penguatan kapasitas divisi sosialisasi KPU adalah dengan sesering mungkin mengadakan workshop capacity building terkait strategi kehumasan dan kegiatan proses transfer pengetahuan kehumasan lainnya seperti pendampingan, dan lainnya.

289_Picture1

Sepuluh BUMN Dominasi Pemberitaan Media Massa

Pemberitaan Bisnis Indonesia, 7 April 2010

Saat ini terdapat 142 Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Jumlah tersebut tentu belum termasuk dengan hitungan anak perusahaan BUMN yang jumlahnya juga tidak kalah banyak. Namun dari 142 BUMN, hanya 10 BUMN yang pemberitaannya sering menghiasi media surat kabar (hasil monitoring dan rekapitulasi berita Kementerian BUMN dan BUMN pada 21 surat kabar periode Desember 2009-November 2010 yang dilakukan oleh Bamboedoea Communications).

Sepuluh BUMN yang pemberitaannya paling banyak beredar antara lain Pertamina, PLN, Mandiri, BNI, Garuda, Telkom, Jamsostek, Krakatau Steel, Antam, dan PT Kereta Api. Dari 9.654 berita, kategori pemberitaan BUMN mencapai 3.715 (39%), Kementerian 3.290 (34%), dan kategori lainnya 2.649 (27%). Dengan jumlah pemberitaan yang mencapai 1048, Pertamina tercatat sebagai BUMN dengan pemberitaan yang dominan. Menyusul dibelakangnya PLN (846) dan Bank Mandiri (842).

Beberapa pemberitaan terkait Pertamina dengan tone positif antara lain;  Penerbitan obligasi global (global bond) senilai US$ 1-1,5 miliar; Kegiatan-kegiatan CSR Pertamina; Ekspansi atau pengembangan usaha dalam bentuk sinergi antar-BUMN ataupun kerjasama dengan Non-BUMN; Pembagian deviden serta laba yang diterima oleh Pertamina dan rencana Pertamina menguasai saham PT Medco Energi Internasional Tbk. Sedangkan yang muncul dengan tone negatif diantaranya; Permasalahan hutang piutang Pertamina; Masalah konversi dari minyak tanah ke elpiji yang berujung pada maraknya ledakan tabung gas elpiji 3 kilogram dan rencana impor minyak mentah jenis Azeri Light dari Azerbaijan yang dinilai berpotensi menimbulkan kerugian bagi negara karena adanya biaya tam  bahan.

Hasil monitoring mencatat total pemberitaan  Kementerian BUMN dan BUMN mencapai 9.654 artikel (rata-rata 30 berita/800 berita tiap bulan. Pemberitaan dengan tone positif tampil cukup dominan, jumlahnya mencapai 6.359 berita (66%). Hanya sekitar 1.477 berita (15%) dengan tone negatif. Sedangkan berita netral 1.818 berita atau (19%).

Selama rentang waktu satu tahun  pencapaian pemberitaan tertinggi terjadi pada Oktober 2010 yang mencapai 1.005 berita. Berita-berita yang muncul saat itu diantaranya  proses penjualan saham PT KS, program Indonesia Emas 2011, dan right issue BNI. Sedangkan Mei merupakan pencapaian pemberitaan terendah yang hanya mencapai 672 berita.  Dari 21 media cetak yang dipantau, tiga surat kabar; Bisnis Indonesia (1.771); Investor Daily (1.619); dan Neraca(763) merupakan surat kabar yang paling intensif memberitakan tentang Kementerian BUMN dan BUMN. Untuk surat kabar umum, jumlah pemberitaan Kementerian BUMN dan BUMN masih perlu ditingkatkan lagi. Contohnya di Kompas, sepanjang tahun lalu yang hanya mencover sekitar 370 pemberitaan mengenai Kementerian BUMN dan BUMN. Dari jumlah tersebut,  219 di antara muncul dengan tone  positif seperti pemberitaan terkait sinergi BUMN; penghargaan dan kinerja BUMN serta  kegiatan NonDeal Road Show). Sedangkan pemberitaan dengan tone negatif yang muncul di Kompas antara lain krisis listrik dan  kisruh IPO PT KS.

Terkait dengan narasumber, sebagai pejabat tertinggi di Kementerian BUMN, Mustafa Abubakar tercatat sebagai narasumber yang paling banyak dikutip oleh surat kabar. Jumlahnya mencapai 2.128 kutipan. Menyusul di belakangnya Sekretaris Menteri BUMN Said Didu (sekarang mantan-red) dan Sekretaris Menteri BUMN  yang baru Mahmuddin Yasin. Sedangkan untuk narasumber eksternal yang paling sering dikutip adalah Direktur Pusat Studi Kebijakan Publik Sofyano Zakaria dan  Direktur Eksekutif Indonesia Resources Studies Marwan Batubara.

Sejalan dengan himbauan Menteri BUMN Mustafa Abubakar, upaya BUMN mengintensifkan komunikasi publik memang perlu ditingkatkan. Hal ini bertujuan  agar ke depan, exposing pemberitaan BUMN  tidak hanya  didominasi oleh 10  BUMN,  tapi lebih meningkat lagi menjadi 30-50 BUMN.

Menurut konsultan kehumasan Heri Rakhmadi sebenarnya komunikasi publik yang dilakukan BUMN dapat lebih ditingkatkan mengingat keberadaan BUMN  yang melingkupi seluruh sektor kehidupan. Mulai dari pembibitan benih hingga  industri pesawat terbang. Untuk itu, Heri mengusulkan agar setiap BUMN perlu merancang strategi kehumasan nya. “Strategi ini yang nantinya bermanfaat sebagai panduan  pembuatan program-program kehumasan,” ujarnya.

283_DSCF4550

Gagasan: Menuju BUMN Kelas Dunia

Tim Non Deal Roadshow BUMN

Ada berita menarik di Bisnis Indonesia terbitan 7 April 2010 lalu. Di media bisnis paling bergengsi itu pada halaman depannya tercantum judul yang sangat menggembirakan sekaligus membanggakan. “Grup BUMN Paling Bersinar.” Demikian judul besar yang ditabalkan secara besar-besar. Tulisan yang disertai infografis menarik  tersebut menjelaskan emiten grup BUMN mendominasi pertumbuhan kinerja tertinggi tahun lalu, dengan rata-rata pertumbuhan laba bersih sebesar 81 persen. Total laba bersih emiten plat merah ini menembus Rp 32, 77 triliun. Sektor-sektor yang tetap akan bersinar pada tahun ini adalah perbankan, telekomunikasi, dan pertambangan yang diproyeksikan mampu menggenjot kinerja emiten badan usaha milik negara ini.

Seperti dikutip Bisnis Indonesia, Franco Sutedjowidjaja, Kepala Riset Ciptadana Sekuritas memproyeksikan lima konglomerasi dapat mencetak pertumbuhan kinerja khususnya laba bersih dan penjualan yang lebih baik dibandingkan dengan tahun lalu. Hal ini terpicu oleh stabilitas pasar modal, tingkat suku bunga rendah, rupiah yang menguat, dan aliran dana pemodal asing. Data Bisnis Indonesia Intelligence Unit (BIUU) menyebutkan di antara lima grup konglomerasi penyumbang 53,68 persen kapitalisasi PT Bursa Efek Indonesia (BEI), hanya grup Bakrie yang kinerjanya kurang maksimal. Empat grup lain yakni BUMN tumbuh 81 persen, disusul Sinarmas 55, 61 persen, Salim mencapai 19, 46 persen, dan kelompok usaha Astra naik 11, 74 persen. Capaian tersebut mengubah peta rekor pertumbuhan laba antar konglomerasi.

Di antara perusahaan plat merah, PT Perusahaan Gas Negara Tbk menyumbang kenaikan laba bersih tertinggi sebesar 882, 72 persen. Dari sisi nominal, laba bersih dua emiten bank, yakni PT Bank Rakyat Indonesia Tbk dan PT Bank Mandiri Tbk tercatat paling besar di antara BUMN,  masing-masing senilai Rp 7,31 triliun dan Rp 7, 19 triliun.

Kepala Riset PT Bhakti Securities Edwin Sebayang menilai laba bersih BRI berpotensi naik tahun ini menjadi Rp 9,10 triliun dari perolehan tahun lalu yang mencapai Rp 7, 31 triliun. Bank Mandiri juga diperkirakan tetap menunjukkan performa yang baik pada tahun ini. ”Tidak hanya BUMN perbankan, kinerja BUMN pertambangan seperti Bukit Asam dan Antam juga akan naik,” tutur Edwin seperti dikutip Bisnis Indonesia (07/04).

Tentu saja, apa yang digambarkan harian Bisnis Indonesia tersebut menjadi salah satu bukti bahwa saat ini pengelolaan BUMN sudah pada arah yang benar (On The Right Track) dan benar-benar menjadi kebanggaan bangsa.

Non Deal Roadshow

Di tengah masih adanya keraguan akan kinerja BUMN, bersinarnya konglomerasi grup BUMN memang terasa amat membanggakan. Untuk itulah, kondisi tersebut harus  dijadikan momentum yang baik untuk mendorong BUMN menjadi perusahaan kelas dunia. Mengapa? Karena secara kapasitas SDM maupun performance-nya, banyak BUMN yang tidak kalah kemampuannya dengan perusahaan asing/global yang telah mapan. Untuk itu, sejumlah langkah telah dipersiapkan kantor Kementerian BUMN untuk mentransformasikan BUMN sebagai perusahaan-perusahaan kelas dunia. Salah satunya yakni dengan menggelar kegiatan Non Deal Roadshow ke Singapura dan Hongkong pada 26-29 April lalu.

Non Deal Roadshow merupakan pemaparan situasi terkini perusahaan dan ekonomi Indonesia tanpa kontrak mengikat kepada calon investor asing. Kegiatan yang diprakarsai Kementerian BUMN dan BUMN yang berkecimpung dalam pengelolaan keuangan seperti Danareksa Sekuritas, Mandiri Sekuritas, dan Bahana Sekuritas bertujuan menarik minat investor asing menanamkan modalnya di pasar modal Indonesia.

Non Deal Roadshow juga bertujuan untuk menggambarkan kepada investor asing tentang langkah-langkah dan program kerja Kementerian BUMN dalam memanfaatkan pemulihan ekonomi Indonesia serta memberi gambaran BUMN yang akan melakukan Initial Public Offering (IPO) dan mendapatkan pandangan dari investor potensial. Kegiatan Non Deal Roadshow tentunya tidak terlepas dari kapitalisasi BUMN di pasar modal Indonesia yang terus menguat dan hingga saat ini mencapai 31,5 persen.

Selain menjadi salah satu negara yang tumbuh positif, Indonesia juga diuntungkan dengan rendahnya laju inflasi dan semakin menumpuknya cadangann devisa. Adapun kinerja pasar modal semakin membaik dengan naiknya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sekitar 12 persen sejak awal tahun hingga pertengahan April 2010. Dengan adanya Non Deal Roadshow, maka akan membuat arus modal yang masuk ke Indonesia menjadi tinggi sehingga akan mendongkrak harga saham. Peningkatan harga saham, akan menambah kapitalisasi pasar sehingga bisa menambah asset pemegang saham emiten. Atas dasar itu, Indonesia perlu agresif untuk mengundang calon investor asing masuk ke Bursa Efek Indonesia.

Dalam kegiatan Non Deal Roadshow ini, Kementerian BUMN membawa delapan BUMN yang sudah listed seperti Aneka Tambang, Bank Mandiri, BNI, BRI, PGN, Jasa Marga, Bukit Asam, dan Telkom. Dua perusahaan yang akan go public seperti Garuda Indonesia dan Krakatau Steel juga diikutsertakan. Selama kegiatan Non Deal Roadshow berlangsung di Singapura,  Kementerian BUMN telah mengundang sekitar 50 perusahaan yang memiliki minat besar untuk memiliki saham di BUMN Indonesia. Untuk kegiatan Non Deal Roadshow di Hongkong, pemerintah juga telah mengundang sekitar 50 perusahaan yang akan menjadi calon investor.

Untuk memaksimalkan publikasi kegiatan Non Deal Roadshow, sejumlah upaya media relations juga diintensifkan, baik sebelum acara maupun saat kegiatan berlangsung di Singapura dan di Hongkong. Sebelum kegiatan Non Deal Roadshow berlangsung misalnya, diadakan diskusi media (media update) bertajuk  “Membedah Kinerja Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di Pasar Modal” yang diselenggarakan Danareksa. Diskusi media yang digelar di Hotel Grand Hyatt, Jakarta menghadirkan Equity Capital Market PT Danareksa Chandra Pasaribu, Direktur Utama PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo), Kahlil Rowter dan Direktur Utama PT Danareksa (Persero) Edgar Ekaputra sebagai narasumber. Antusiasme wartawan untuk meliput kegiatan tersebut terbilang besar mengingat jumlah wartawan yang datang mencapai 100 orang.

Selain itu, pada setiap kali jumpa pers beberapa kali Menteri BUMN Mustafa Abubakar memberikan penjelasan tentang Non Deal Roadshow. Begitu pula saat acara berlangsung, kegiatan wawancara mendalam dengan narasumber selalu diagendakan.

Kegiatan Non Deal Roadshow memang terbukti tidak sia-sia. Muhibah bisnis Non Deal yang berlangsung di dua negara ini, telah berhasil menjaring komitmen investasi senilai lebih dari Rp 100 triliun. Dalam pandangan Mustafa, hal tersebut merupakan hasil yang bagus sekali. Apalagi investor yang datang dan tertarik merupakan investor global ternama.

Besarnya minat investasi itu menunjukkan respons yang sangat positif para investor global terhadap prospek perekonomian Indonesia. Lebih khusus lagi respons positif atas kinerja BUMN di pasar modal.

Non Deal Road Show: Terobosan Inovatif

Non Deal Roadshow terbilang kegiatan terobosan yang inovatif. Pasalnya, kegiatan muhibah bisnis tanpa kontrak mengikat ini tidak hanya berhasil menjaring komitmen investasi senilai lebih dari Rp 100 triliun dari para calon investor asing, tapi juga cukup sukses mendominasi pemberitaan bidang ekonomi dan bisnis di hampir semua surat kabar dan media online. Boleh dibilang, kegiatan yang diselanggarakan Kementerian BUMN bersama BUMN yang berkecimpung dalam pengelolaan keuangan ini, benar-benar menyedot perhatian media.

Selama empat hari berlangsung, pemberitaan tentang Non Deal Roadshowselalu  menghiasi rubrik ekonomi dan bisnis media massa. Tidak tanggung-tanggung jumlahnya mencapai 30 pemberitaan. Istimewanya, selama kegiatan Non Deal Roadshow berlangsung, hampir tidak pernah ada tone pemberitaan yang negatif. Semua pemberitaan, merespon positif kegiatan Non Deal Roadshow tersebut.

Dari segi pemberitaan, kegiatan Non Deal Roadshow memang benar-benar menawarkan news value yang tinggi bagi kalangan media. Mengapa? Sebab selama ini berita-berita tentang BUMN selalu diwarnai oleh aksi-aksi korporasi masing-masing BUMN.  Untuk itulah, tidak ada salahnya bila event semacam Non Deal Roadshow ini juga terus diadakan. Tentunya dengan konsep dan terobosan yang lebih menarik sehingga dapat memperoleh news value yang lebih tinggi.

Kirim Pesan

Kirim masukan dan kritik anda

Alamat Kantor

Jl.Cakrawijaya II ,
Blok J Nomor 10,
Kavling Diskum Jakarta Timur

Kontak Kami

Telepon 021-859012743/44

Faximile 021-8560408

Alamat Email

info@bamboedoea.com

www.bamboedoea.com