286_FOTO ATAS

Melibatkan Masyarakat Mengawasi Pemilu

Para peserta pelatihan, Perwakilan UNDP Indonesia, dan Pembicara (Heri Rakhmadi) berfoto bersama seusai pelatihan

Keberhasilan pemilu/pemilukada tergantung dari kinerja Bawaslu/Panwaslu dalam mengawasi setiap tahapan. Pengawasan yang efektif akan menciptakan sebuah pemerintahan baru yang lahir dari sebuah proses yang benar-benar jujur, adil dan demokratis.

Namun, peran penting dan strategis ini belum sepenuhnya didukung oleh infrastruktur yang memadai, Jika menengok kiprah Bawaslu/Panwaslu pada Pemilu 2009 dan Pemilukada setelahnya, banyak tantangan yang dihadapi lembaga ini untuk mengefektifkan peran dan fungsinya. Sebut saja, penganggaran yang selalu tidak jelas, keterbatasan jumlah personel, keterlambatan pembentukan Panwaslu, terbatasnya waktu dalam melakukan pengawasan, dan sosialisasi/publikasi/kegiatan kepada publik dan media masih sangat minim

“Keterbatasan ini harus disiasati agar pengawasan penyelenggaraan Pemilu benar-benar efektif. Salah satunya dengan membangun partisipasi publik, terutama lewat media massa, untuk ikut serta dalam melakukan pengawasan pelaksanaan pemilu/pemilukada,” ujar Direktur Bamboedoea Communications Heri Rakhmadi saat menjadi pembicara Pelatihan Operasional Komunikasi dan Humas Sekretariat Bawaslu pada 22-24 Juli 2010 yang difasilitasi oleh UNDP.

Strategi untuk membangun partisipasi publik antara lain dengan menggelar berbagai program sosialisasi dan pemahaman kepada media, publik, ormas, LSM mengenai  berbagai aspek pengawasan Pemilu, membuka selebar-lebarnya ruang aspirasi/pengaduan publik terhadap pelanggaran Pemilu (Call Center, Email Center, SMS Center, Kotak Pengaduan dll), serta menjalin relasi yang intensif dengan stakeholders.

Agar partisipasi masyarakat terbangun untuk membantu Bawaslu/Panwaslu mengawasi Pemilu/Pemilukada diperlukan sebuah strategi komunikasi terpadu. “Strategi yang memadukan program media relations untuk meraih dukungan media, program  pusat informasi, saluran aspirasi publik, mengembangkan kemitraan, dan kampanye kehumasan dan even publik,” jelas Heri.

Para peserta cukup antusias mengikuti kegiatan ini. “Pelatihan ini sangat bermanfaat bagi Humas Sekretariat Bawaslu sebagai pengetahuan bagaimana strategi  merancang dan mengimplementasikan program-program komunikasi untuk membangun partisipasi publik membantu mengawasi Pemilu/Pemilukada,” ujar Rahmat Yasin salah seorang peserta pelatihan.

Selain memberikan paparan mengenai strategi komunikasi Bawaslu, Heri juga memberikan materi terkait efektivitas media relations dan media even.

Training UU KIP Kementerian PU Media Center

Inti dari penerapan Undang-Undang No.14/2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik (UU KIP) adalah Badan Publik mempunyai sistem pelayanan informasi dan dokumentasi data yang mumpuni sehingga bisa memberikan informasi kepada pencari informasi dan publik secara cepat, tepat, biaya ringan, dan dengan cara sederhana (tidak berbelit-belit).

“Transparansi dan keterbukaan informasi membutuhkan sistem pengelolaan dan pelayanan informasi,” ujar Direktur Bamboedoea Communications Heri Rakhmadi saat menjadi pembicara pada Training UU KIP yang diselenggarakan oleh Badan Pembinaan Konstruksi dan Sumber Daya Manusia (BPKSDM) serta Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian PU, di Bandung, Juni 2010 lalu.

Kewajiban yang diamanatkan UU KIP antara lain transparan dan terbuka untuk memberikan informasi; menyediakan dan memberikan pelayanan informasi yang akurat, cepat, mudah diakses, dan proporsional; serta mengembangkan sistem informasi dan dokumentasi sehingga dapat diakses publik dengan mudah, membutuhkan sebuah konsep yang komprehensif dan terintegrasi.

Salah satu konsep pelayanan informasi yang sudah teruji mampu memberikan pelayanan informasi yang cepat dan tepat adalah Media Center. Jika ditilik dari namanya bukan berarti konsep ini adalah khusus pelayanan informasi buat media, tetapi sebuah konsep integratif yang di dalamnya terdapat program-program pelayanan dan penyebarluasan informasi.

“Media Center terdiri dari empat program yaitu Pusat Pers dan Informasi Publik, Media Relations, Media Monitoring dan Analisis, dan Manajemen Data,” ungkap Heri.

Selain itu, yang tidak kalah penting di era keterbukaan pers dan publik saat ini adalah perlu ada sebuah model pelayanan khusus buat media massa. “Saat ini media massa mempunyai kemampuan diseminasi informasi yang luas, mempunyai pengaruh besar dalam membangun persepsi, citra dan reputasi lembaga, dan bisa menjadi partner dalam edukasi publik tentang tugas pokok dan fungsi institusi/lembaga.

Kirim Pesan

Kirim masukan dan kritik anda

Alamat Kantor

Jl.Cakrawijaya II ,
Blok J Nomor 10,
Kavling Diskum Jakarta Timur

Kontak Kami

Telepon 021-859012743/44

Faximile 021-8560408

Alamat Email

info@bamboedoea.com

www.bamboedoea.com