Mengomunikasikan MP3EI

Ada yang pemandangan berbeda dari perhelatan peluncuran MasterplanPercepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI) 2011-2025 oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, 27 Mei lalu di Jakarta. Dalam acara yang disiarkan langsung stasiun televisi nasional itu, pemerintah ingin memperlihatkan bahwan MP3EI bukan sekedar konsep dan kertas kosong belaka. Ini dapat dilihat pada tayangan on the spot secara langsung pengerjaan 17 proyek pembangunan infrastruktur yang sudah mulai diimplementasikan.

Presiden SBY saat peluncuran MP3EI

Memang percepatan pembangunan infrastruktur menjadi hal penting atau lebih tepatnya domain itu kemajuan ekonomi sebuah bangsa. Tidak salah ahli ekonomi pembangunan Rosentein-Rodan dari dulu mengampanyekan pentingnya pembangunan infrastruktur secara besar-besaran  sebagai pilar pembangunan ekonomi, yang kemudian dikenal dengan big-push theory. Urgensi keberadaan infrastruktur tersebut disebabkan implikasinya terhadap tiga hal pokok yaitu: menjadi lokomotif pergerakan barang/jasa; mengurangi biaya produksi/distribusi; dan mempercepat koneksi pembangunan antargeografis. Faktor infrastruktur ini juga menjadi salah satu penjelas keberhasilan ekonomi negara-negara maju, seperti Jepang, AS, dan Eropa. Sebaliknya, akibat tidak tersedianya infrastruktur yang memadai menyebabkan biaya produksi/distribusi barang menjadi sangat mahal, seperti yang dialami Indonesia masa kini. Oleh karena itu, tanpa dukungan infrastruktur tidak mungkin investasi dipacu secara cepat.

Selain disiarkan langsung stasiun televisi nasional, peluncuran MP3EI juga menjadi berita utama di hampir semua media cetak nasional keesokan harinya. Beragam memang, ada media massa memberitakan secara optimis, banyak juga yang meninggalkan nada pesimis. Senada dengan wacana dipublik, hanya segelintir yang antusias dengan program akselerasi pembangunan yang di gagas Presiden SBY ini. Padahal jika program yang membutuhkan total investasi yang sebesar Rp4.000 triliun ini benar-benar terimplementasi dengan baik, bisa jadi Indonesia menjadi kekuatan ekonomi baru yang menyangi China bahkan Jepang. Kekurangantusiasan ini bisa jadi karena masyarakat awam tidak tahu apa itu MP3EI dan dampak baik bagi kesejahteraan masyarakat atau mungkin juga karena media massa ‘terlalu asik’ memberitakan sensasi kasus hukum dan pola tingkah politisi di negeri ini.

Belajar dari China

Dalam suatu tayangannya, National Geographic Channel (jaringan televisi berlangganan yang menyiarkan dokumenter alam, ilmu pengetahuan, budaya, dan sejarah, dan lainnya) mengulas pembuatan salah satu jembatan terpanjang dunia yang berada di China. Dalam ulasan ini tergambar jelas bagaimana para ilmuwan, insinyur dan para pekerja bahu membahu membangun jembatan yang menyatukan dua kawasan yang dipisahkan perairan tersebut. Merancang sebuah jembatan yang tahan guncangan gempa, hantaman topan, dan tahan terhadap hal-hal buruk lain, misalnya tubrukan kapal. Memang dalam kurun 10 tahun belakangan ini, China sedang getol-getolnya membangun infrastruktur. Saat ini, tujuh dari 10 jembatan terpanjang ada di China.

Sisi paling menarik dari tayangan ini adalah berhasil menyelipkan sisi-sisi humanis  pengerjaan jembatan. Sisi humanis ditampilkan lewat ekpresi kerja keras para pekerja yang diuji oleh kondisi cuaca yang tidak bersahabat yang mengancam selesainya pekerjaan tepat waktu. Atau bagaimana perdebatan para insyiur dan ilmuwan tentang desain jembatan yang seuai dengan iklim dan kondisi ekstrem cuaca di wilayah tersebut. Sisi kelestarian hayati yang ada di sekitar pembangunan jembatan juga ditampilkan baik dengan menyajikan bagaimana para penanggungjawab pengerjaan jembatan harus menghentikan proyek beberapa saat menunggu untuk menyelamatkan hewan ataupun keanekaragaman hayati yang terkena dampak dari pembangunan jembatan. Tidak lupa dipaparkan keuntungan ekonomi apa yang akan diraih China saat jembatan ini beroperasi.

Walaupun dikemas dalam film dokumenter, tayangan ini cukup berhasil menggambarkan bagaimana pemerintah China berusaha sekuat tenaga untuk mensejahterakan rakyatnya dengan membangun berbagai infrastruktur. Memang, China paham betul pentingnya pembangunan infrastruktur. Dalam 10 tahun terakhir, mereka membelanjakan ratusan miliar dolar untuk membangun infrastruktur. Sekadar contoh, pada 2008 Cina membangun jalur rel kereta api dengan anggaran sebanyak US$ 41 miliar dan pada 2009 ditambah menjadi US$ 88 miliar. Di luar itu, investasi jalan (tol) dan listrik telah berjalan cukup lama sehingga secara keseluruhan ranking infrastruktur Cina memang mengesankan. Hasilnya, investasi asing di Cina juga naik luar biasa. Sejak 2004-2008 pertumbuhan  investasi AS ke Cina terus naik secara pesat, mengalahkan pertumbuhan investasi AS ke Jepang dan India (Time, 10/8/2009).

Apa yang bisa dipetik dari tayangan National Geographic di atas? Mengkomunikasikan kebijakan dan program pemerintah beserta implementasinya tidak dengan propaganda tetapi dikemas secara kreatif, apik, menarik, dan tentunya sesuai fakta yang ada. Satu lagi poin yang penting, China benar-benar mengimplementasikan program-program infrastruktur sesuai dengan tenggat waktu yang telah mereka tetapkan. Komitmen inilah yang menjadi medium sosialisasi dan komunikasi yang paling ampuh kepada masyarakatnya. Bagaimana dengan Indonesia?

Celah Komunikasi MP3EI

Memang belum ada survei tentang sejauh mana masyarakat menyukai pemberitaan media massa yang saat ini masih terus berkutat soal politik dan hukum, tetapi jajak pendapat Kompas (08/02/2011) bisa menyiratkan bahwa masyarakat butuh berita yang mengandung nuansa optimisme. Hasil jajak pendapat itu mencatat sebanyak 39 persen responden yang menyatakan penyajian informasi media massa untuk mendorong pemulihan ekonomi kurang memadai dan hanya 21,7 persen yang menyatakan memadai. Salah satu pemberitaan yang cukup mengandung nuansa optimisme adalah implementasi MP3EI. Jika dilihat baik dari nilai proyek, jenis proyek maupun sebaran proyek, MP3EI cukup menjanjikan. Mega proyek ini jika dikomunikasikan dengan baik dan tepat akan membangkitkan gairah masyarakat untuk secara penuh mendukungnya. Celah komunikasi atau sosialisasi implementasi program ini bisa dimulai dari progres report pengerjaan 17 proyek awal MP3EI yang berpusat di Sei Mangke (Sumatera Utara), Cilegon (Jawa Barat), Lombok Timur (Nusa Tenggara Barat), dan Timika (Papua). Selain itu, pemerintah—dalam hal ini Kementerian Koordinator Perekonomian—bisa menjadikan “Rencana Investasi Pembangunan Infrastruktur” yang telah disusun untuk Tahun Anggaran 2011-2015 sebesar Rp755 triliun sebagai materi atau sosialisasi kepada masyarakat luas. Apa lagi sebesar Rp755 triliun ini akan digunakan untuk pembangunan jalan (Rp143 triliun), rel kereta api (Rp138 triliun), pelabuhan (Rp49 triliun), bandara (Rp14 triliun), energi dan listrik (Rp288 triliun), utilitas air (Rp8 triliun), telematika (Rp102 triliun), dan infrastruktur lainnya (Rp13 triliun) di enam koridor ekonomi. Sebuah proyek yang jika dikemas dalam strategi komunikasi dan sosialisasi yang tepat dan mudah dimengerti publik akan memunculkan semangat baru.

Harus ada strategi komunikasi baik secara konvensional maupun nonkonvensional agar masyarakat terus mendapat asupan informasi terkait perkembangan proyek MP3EI baik itu lewat pemberitaan media massa maupun lewat medium lainnya. Tentunya agar pemberitaan berpretensi positif, harus ada strategi pesan dan tentunya proyek yang ditampilkan tanpa cela apapun dalam pengerjaannya. Atau—jika masyarakat bosan melihat berita dan membaca koran—bisa meniru apa yang ditampilkan National Geographic Channnel. Memang untuk mensosialisasikan mega proyek seperti MP3EI butuh mega strategi juga. Tetapi, sekali lagi, komitmen untuk benar-benar melaksanakan mega proyek ini menjadi modal utama untuk mengomunikasikan MP3EI ini kepada seluruh masyarakat Indonesia. Masyarakat butuh optimisme baru dan ‘mengabarkan’ MP3EI bisa menjadi angin optimisme itu.

Leave a comment



Kirim Pesan

Kirim masukan dan kritik anda

Alamat Kantor

Jl.Cakrawijaya II ,
Blok J Nomor 10,
Kavling Diskum Jakarta Timur

Kontak Kami

Telepon 021-859012743/44

Faximile 021-8560408

Alamat Email

bamboedoea@bamboedoea.com

www.bamboedoea.com