Mengomunikasikan Germas

Dalam upaya mewujudkan visi dan misi dalam bidang kesehatan, Pemerintahan Jokowi-JK telah mencanangkan program Gerakan Masyarakat Sehat (Germas) pada 15 November 2016.  Secara garis besar Germas merupakan program bersama antar kementerian di bidang kesehatan yang mencakup perubahan perilaku hidup sehat dan pencegahan dan pengendalian penyakit.  Dikedepankannya program Germas karena saat ini Indonesia tengah menghadapi tantangan serius berupa beban ganda penyakit. Perubahan gaya hidup masyarakat ditengarai menjadi salah satu penyebab terjadinya pergeseran pola penyakit (transisi epidemiologi) dalam 30 tahun terakhir. Pada era 1990-an, penyebab kematian dan kesakitan terbesar adalah penyakit menular seperti Infeksi Saluran Pernapasan Atas (ISPA), Tuberkulosis (TBC), dan Diare. Namun sejak 2010, penyakit tidak menular (PTM) seperti Stroke, Jantung, dan Kencing manis memiliki proposi lebih besar di pelayanan kesehatan. Pergeseran pola penyakit ini mengakibatkan beban pada pembiayaan kesehatan negara.

Sumber daya yang dibutuhkan untuk mengobati PTM selain membutuhkan biaya tinggi juga membutuhkan waktu yang panjang. Karena itu, Program Germas menjadi momentum bagi masyarakat guna membudayakan pola hidup sehat. Program Germas adalah suatu tindakan sistematis dan terencana yang dilakukan secara bersama-sama oleh seluruh komponen bangsa dengan kesadaran, kemauan dan kemampuan berperilaku sehat untuk meningkatkan kualitas hidup. Pelaksanaan Germas harus dimulai dari keluarga, karena keluarga adalah bagian terkecil dari masyarakat yang membentuk kepribadian, mulai dari proses pembelajaran hingga menuju kemandirian. Germas meliputi kegiatan: Melakukan aktifitas fisik, Mengonsumsi sayur dan buah, Tidak merokok, Tidak mengonsumsi alkohol, Memeriksa kesehatan secara rutin, Membersihkan lingkungan, dan Menggunakan jamban. Pada tahap awal, Germas secara nasional dimulai dengan berfokus pada tiga kegiatan, yaitu: 1) Melakukan aktivitas fisik 30 menit per hari, 2) Mengonsumsi buah dan sayur; dan 3) Memeriksakan kesehatan secara rutin minimal enam bulan sekali sebagai upaya deteksi dini penyakit. Program Germas diharapkan dapat membangkitkan rasa tanggung jawab bahwa sehat harus diawali dari diri sendiri, keluarga dan masyarakat.

Tentunya program yang merupakan terobosan dan mempunyai banyak manfaat dan dampak yang luar biasa ini mesti dikomunikasikan dengan komprehensif, terintegrasi, tepat pesan dan sasaran sehingga benar-benar mampu menggerakkan masyarakat untuk untuk sehat. Dalam rangka inilah, Kementerian Kesehatan memberikan kepercayaan untuk menyusun strategi komunikasi Germas. Dalam penyusunan strategi ini, Bamboedoea menggunakan pendekatan dan metodologi kualitatif, dengan teknik pengumpulan data melalui berbagai kegiatan yang meliputi: indepth interview (diskusi mendalam dengan narasumber terpilih yang kompeten dan kredible; Focus Group Discussion (diskusi mendalam dengan menghadirkan narasumber terpilih di Jawa Timur, Sulawesi Selatan dan Jambi); media monitoring dan analisis media; dan terakhir workshop untuk memperkaya hasil kajian.

Leave a comment



Kirim Pesan

Kirim masukan dan kritik anda

Alamat Kantor

Jl.Cakrawijaya II ,
Blok J Nomor 10,
Kavling Diskum Jakarta Timur

Kontak Kami

Telepon 021-859012743/44

Faximile 021-8560408

Alamat Email

bamboedoea@bamboedoea.com

www.bamboedoea.com