BERITA TERBARU

257_TERIMA PENGHARGAAN (TAMPILKAN KECIL)

Ketua KPU A.Hafiz Anshary menyerahkan penghargaan kepada direktur utama Bamboedoea Heri Rakhmadi

Tidak sia-sia usaha Bamboedoea Communications selama enam bulan (16 Februari – 15 Agustus 2009) “berjibaku” membantu Komisi Pemilihan Umum (KPU) dalam mensosialisasikan Pemilu Legislatif dan Pemilu Presiden/Wakil Presiden 2009 kepada masyarakat Indonesia. Pada 31 Agustus 2009, KPU memberikan penghargaan kepada Bamboedoea atas kerja kerasnya mensosialisasikan pelaksanaan Pemilu 2009.

Dengan merevitalisasi Media Center KPU, Bamboedoea ikut mewarnai sosialisasi penyelenggaraan Pemilu 2009 yang dianggap sebagai pemilu terumit sepanjang sejarah republik ini.

Menurut Ketua KPU A. Hafiz Anshary, sebagai pengelola Media Center KPU yang difasilitasi UNDP, Bamboedoea Communications sangat banyak membantu KPU. Selama enam bulan penuh, kata Hafiz, Bamboedoea intensif membantu KPU, tidak hanya sebatas sosialisasi tapi juga aspek-aspek lainnya seperti membangun komunikasi dengan media dan organisasi masyarakat, pengayaan website,  pengolahan data, dan lainya.

“Untuk itu, kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya dan memandang perlu memberikan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada Bamboedoea Communications,“ tutur Hafiz.

Chief Technical Advisor Elections MDP-UNDP Fida Nasrallah juga turut memberikan apresiasi atas kerja keras Bamboedoea membantu KPU dalam mensosialisasikan pemilu. “Selama enam bulan ini sangat banyak (kegiatan sosialisasi pemilu) yang dilakukan Bamboedoea. Sebuah pekerjaan yang bagus,” ujar Fida.

Berbeda dengan saat menangani Media Center KPU 1999 dan 2004 dimana Bamboedoea menangani program sejak awal tahapan pemilu, pada Pemilu 2009 ini, Bamboedoea baru mulai bekerja 16 Februari 2009 (Pemilu Legislatif 9 April 2009). Pendeknya waktu tidak menyurutkan semangat tim Bamboedoea untuk mewartakan pentingnya pemilu dan tata cara menandai surat suara yang benar kepada masyarakat.

Pengalaman dua kali menangani Media Center KPU menjadi modal tersendiri bagi Bamboedoea dalam menggerakkan program sosialisasi KPU. Terbiasa bekerja dalam ritme yang cepat, menjadikan batasan waktu bukan halangan, malah memacu Bamboedoea menciptakan dan melaksanakan even sosialisasi, even media, dan mobilisasi sosial yang kreatif, massif, dan langsung sampai ke target sasaran.

Dengan prinsip efek “bola salju” dalam setiap kegiatan sosialisasi, MC KPU mulai menggelar berbagai kegiatan sosialisasi Pemilu 2009. Lewat kemasan yang menarik dan selalu bekerjasama dengan berbagai organisasi kemasyarakatan, kegiatan sosialisasi yang digelar Media Center KPU selalu mendapat sambutan yang antusias dari masyarakat dan media massa. Lewat media massa inilah informasi mengenai pemilu tidak hanya sampai kepada target audiencesosialisasi, tetapi juga sampai ke seluruh lapisan masyarakat Indonesia lewat pemberitaan. Inilah yang disebut efek “bola salju”.

Direktur Utama Bamboedoea Communications Heri Rakhmadi merasa bersyukur menerima penghargaan dari KPU. Menurutnya, hal tersebut merupakan salah satu bentuk apresiasi yang tulus yang  diberikan KPU kepada mitra kerjanya yang selama ini dinilai telah membantu mereka dalam menyelenggarakan Pemilu 2009.

“Mudah-mudahan penghargaan ini dapat mendorong Kami untuk bekerja lebih baik lagi dalam mendukung berbagai kegiatan kehumasan berskala nasional, “ ujar Heri.

246_IMG_9249

Konferensi Pers Peluncuran NATCOM II dan Dialog Nasional Perubahan Iklim

Bamboedoea Communications kembali dipercaya oleh UNDP untuk mengelola program komunikasinya. Sebagai pemanasan sebelum Delegasi RI bernegoisasi di forum Konferensi Perubahan Iklim PBB di Kopenhagen, Denmark, UNDP Indonesia bekerjasama dengan Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) menggelar Peluncuran National Communication (Natcom II) dan Dialog Nasional tentang Perubahan Iklim di Hotel Borobudur, Jakarta (23/11) dan Bamboedoea dipercaya untuk mengelola komunikasi media dan talkshow perubahan iklim.

Walaupun pada saat itu perhatian media tersedot kepada kasus KPK (Bibit-Chandra), tetapi dengan itensitas yang cukup tinggi menginformasikan kegiatan ini kepada para jurnalis, pemberitaan tentang peluncuran Natcom II dan Dialog Nasional Perubahan Iklim mendapat eksposur media yang cukup tinggi.

Kegiatan ini sendiri dihadiri oleh Menneg LH Gusti Muhammad Hatta; Menteri Kehutanan Zulkifli Hasan; Ketua Harian DNPI Rachmat Witoelar; Country Director UNDP Indonesia Håkan Björkman; Menteri Lingkungan dan Pembangunan Internasional Norwegia Erik Solheim; perwakilan Menko Perekonomian, Menko Kesra, Menteri Keuangan, Menteri Energi Sumberdaya Mineral, Menteri Perindustrian, Menteri Pertanian, Menteri Perhubungan, Menteri Pekerjaan Umum, Menteri Kelautan dan Perikanan, Menteri Negara Riset dan Teknologi, Menteri Dalam Negeri, LSM, serta stakeholder lain.

Dari monitoring yang dilakukan Litbang Bamboedoea terdapat pemberitaan sebanyak 48 berita dari 32 media massa. Untuk media massa cetak total pemberitaan mengenai kegiatan ini sebanyak 15 berita/artikel; 25 berita untuk media online; disiarkan di lima stasiun radio; dan tayangan running text dan program khusus di stasiun TV.  Total jurnalis yang meliput kegiatan yang dihadiri oleh  sebanyak 46 orang dari 44 media massa. Dengan koordinasi dan kerjasama dengan KLH dan UNDP, konferensi pers dan talkshow yang di pandu oleh Tina Talissa ini berjalan lancar.

92_100_3388

Direktur Bamboedoea Heri Rakhmadi (kedua dari kiri) bersama Kepala Biro TU dan Humas Bappenas Maruhum Batubara (paling kanan) di PIK Depkumham

Humas Kementerian Negara Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappenas ingin mencontoh strategi komunikasi yang telah dijalankan oleh Pusat Informasi dan Komunikasi (PIK) Departemen Hukum dan HAM (Depkumham).

Selama hampir setahun PIK Depkumam dikonsultani oleh Bamboedoe Communications.Kepala Biro Humas dan TU Pimpinan Bappenas, Maruhum Batubara mengatakan PIK Depkumham dapat dijadikan contoh oleh Bappenas dalam menyambut diberlakukannya Undang-undang Nomor 14 tahun 2008 tentang Keterbukan Informasi Publik (PIK). “Media center yang ada di Depkumham bisa dijadikan contoh bagi pengembangan program diseminasi informasi di Bappenas,” ujarnya di PIK Depkumham Gedung Depkumham Jakarta (24/07).
Menurut Baruhum, media center memang diperlukan untuk bisa membantu pekerjaan wartawan, sehingga terjalin komunikasi yang baik antara narasumber dengan media dalam menyampaikan berbagai informasi yang terjadi. Kehumasan di Bappenas lanjut Baharum, sangat strategis karena kedeputian yang ada di dalam Bappenas menyangkut banyak isu, mulai dari Polhukhankam, ekonomi hingga ke isu lingkungan hidup. Dan semuanya memang perlu memperoleh tanggapan publik agar bisa diperoleh kebijakan yang komprehensif dan merangkul aspirasi publik.
 “Untuk bisa mensukseskan terlaksananya media relations yang sehat memang diperlukan kerjasama yang baik di internal Bappenas/lembaga, selain itu diperlukan kecakapan staf serta pengetahuan dan kemampuan dalam membaca strategi dan kebutuhan isu wartawan.” ujarnya.Tim Leader PIK Depkumham, Heri Rakhmadi menjelaskan bahwa latar belakang dibentuknya PIK adalah untuk mempersiapkan Humas Depkumham dalam menyambut diberlakukannya Undang-undang KIP No. 14 tahun 2008, yang mengharuskan adanya transparansi informasi kepada masyarakat di semua lembaga pemerintah.Menurut Heri, informasi adalah bagian dan tidak dapat dilepaskan dari publik. Salah satu fungi PIK adalah menyalurkan aspirasi publik dalam setiap penyusunan peraturan perundang-undangan.

Sebelum adanya PIK, banyak publik yang masih menganggap bahwa Depkumham adalah lembaga penegak hukum. Padahal peran itu telah diambil alih oleh Mahkamah Agung. Setelah ada PIK, publik mulai mengetahui bahwa peran Depkumham adalah pembangunan hukum nasional. “PIK membantu departemen (depkumham) mengelola kehumasannya,” kata Heri
Depkumham adalah salah satu departemen yang mempunyai unit utama terbanyak (10 unit utama). Dalam mengelola informasi, PIK Depkumham merencang strategi tiap-tiap unit. “Setiap unit kita buat strateginya masing-masing. Sekarang (strategi komunikasi) dalam proses aplikasi,” ujar Heri.

Kegiatan yang telah dilakukan oleh PIK Depkumham adalah mengeluarkan strategi komunikasi yang diperlukan oleh biro humas Depkumham antara lain ; media relations (press conference, press background, press tour dan mediator antara media massa dengan departemen termasuk menyediakan media center) serta melakukan media monitoring, pengelolaan website dan manajemen data.

Diakhir kunjungan, rombongan Biro Humas dan TU Pimpinan Bappenas diajak berkeliling melihat berbagai kegiatan dan meteri sosialisasi. Selain itu juga, meninjau berbagai fasilitas dan ruangan Media Center Depkumham yang terdiri dari tiga ruang utama, yaitu: Ruang Media Informasi (media monitoring dan rekapitulasi berita termasuk berita TV, media data olahan). Ruang Press Conference , dan Press Room (Ruang Media Relations, Ruang Rapat dan beberapa unit komputer, sambungan internet, telepon, fax, dan etalase koran dan majalah nasional yang di sediakan sebagai fasilitas wartawan).

FOTO KEGIATAN

Kirim Pesan

Kirim masukan dan kritik anda

Alamat Kantor

Jl.Cakrawijaya II ,
Blok J Nomor 10,
Kavling Diskum Jakarta Timur

Kontak Kami

Telepon 021-859012743/44

Faximile 021-8560408

Alamat Email

bamboedoea@bamboedoea.com

www.bamboedoea.com