BERITA TERBARU

WhatsApp Image 2018-06-22 at 11.05.44

Talkshow Kementerian Kesehatan “BINCANG SEHAT” .
“PEMBANGUNAN KESEHATAN DAN INVESTASI BANGSA”

Talkshow Kementerian Kesehatan “BINCANG SEHAT” – Langkat
Tema: “PEMBANGUNAN KESEHATAN DAN INVESTASI BANGSA”

Bincang Sehat merupakan sebuah acara talk show dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, dalam rangka melakukan sosialisasi kebijakan dan program pembangunan kesehatan di Indonesia.

Program ini merupakan siaran tapping selama satu jam, diikuti oleh kurang lebih 250 orang audiens. Dengan mengankat tema “PEMBANGUNAN KESEHATAN DAN INVESTASI BANGSA”, acara ini kemudian disiarkan di stasiun televisi TVRI daerah dan TVRI Pusat.

Langkat, Sumatera Utara
Sabtu, 2 Juni 2018

Narasumber:
1. Bapak Ansory Siregar (Anggota Komisi IX DPR RI Fraksi PKS)
2. Bapak dr. Sadikun Winato (Kepala Dinas Kesehatan Kab. Langkat)

Pembawa acara: Sunarto

Lokasi: Gedung Aula Ponpes Aluswah Kec. Kuala, Kab. Langkat

Pembangunan kesehatan pada hakekatnya adalah upaya yang dilaksanakan oleh semua komponen Bangsa Indonesia yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran, kemauan, dan kemampuan hidup sehat bagi setiap orang agar terwujud derajat kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya, sebagai investasi bagi pembangunan sumber daya manusia yang produktif secara sosial dan ekonomis. Keberhasilan pembangunan kesehatan sangat ditentukan oleh kesinambungan antar upaya program dan sektor, serta kesinambungan dengan upaya-upaya yang telah dilaksanakan oleh periode sebelumnya.

Dewasa ini Indonesia menghadapi tantangan serius berupa beban ganda penyakit. Dahulu penyebab kematian dan kesakitan terbesar adalah penyakit menular seperti ISPA, TB dan Diare, namun sejak tahun 2010 Penyakit Tidak Menular (PTM) seperti Stroke, Jantung Koroner, Kanker dan Diabetes memiliki proporsi yang lebih besar dalam jumlah kasus kesakitan dan kematian. Selama periode 1990–2015 pola kematian akibat PTM semakin meningkat dari 37% menjadi 57%, sebaliknya proporsi kematian akibat penyakit menular mengalami penurunan. Penyakit katastropik tersebut juga menjadi penyedot anggaran Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) terbesar untuk biaya pengobatannya.

Adanya perubahan gaya hidup disinyalir menjadi penyebab terjadinya perubahan pola penyakit tersebut. Di era sekarang perilaku masyarakat cenderung menjadi tidak sehat, seperti mengonsumsi junkfood, merokok dan malas bergerak. Hal inilah yang menjadi pusat perhatian pemerintah, terutama Kementerian Kesehatan. Oleh karenanya, Kementerian Kesehatan kini memiliki program prioritas, yakni Program Indonesia Sehat dengan Pendekatan Keluarga (PIS-PK) dan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS). Dengan kedua kebijakan ini diharapkan derajat kesehatan masyarakat Indonesia dapat terus meningkat

Talkshow Kementerian Kesehatan “BINCANG SEHAT” .
“PEMBANGUNAN KESEHATAN DAN INVESTASI BANGSA”

Langkat, Sumatera Utara
Sabtu, 2 Juni 2018
Narasumber:
1. Bapak Ansory Siregar (Anggota Komisi IX DPR RI Fraksi PKS)
2. Bapak dr. Sadikun Winato (Kepala Dinas Kesehatan Kab. Langkat)

Pembangunan kesehatan pada hakekatnya adalah upaya yang dilaksanakan oleh semua komponen Bangsa Indonesia yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran, kemauan, dan kemampuan hidup sehat bagi setiap orang agar terwujud derajat kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya, sebagai investasi bagi pembangunan sumber daya manusia yang produktif secara sosial dan ekonomis. Keberhasilan pembangunan kesehatan sangat ditentukan oleh kesinambungan antar upaya program dan sektor, serta kesinambungan dengan upaya-upaya yang telah dilaksanakan oleh periode sebelumnya.

Dewasa ini Indonesia menghadapi tantangan serius berupa beban ganda penyakit. Dahulu penyebab kematian dan kesakitan terbesar adalah penyakit menular seperti ISPA, TB dan Diare, namun sejak tahun 2010 Penyakit Tidak Menular (PTM) seperti Stroke, Jantung Koroner, Kanker dan Diabetes memiliki proporsi yang lebih besar dalam jumlah kasus kesakitan dan kematian. Selama periode 1990–2015 pola kematian akibat PTM semakin meningkat dari 37% menjadi 57%, sebaliknya proporsi kematian akibat penyakit menular mengalami penurunan. Penyakit katastropik tersebut juga menjadi penyedot anggaran Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) terbesar untuk biaya pengobatannya.
Adanya perubahan gaya hidup disinyalir menjadi penyebab terjadinya perubahan pola penyakit tersebut. Di era sekarang perilaku masyarakat cenderung menjadi tidak sehat, seperti mengonsumsi junkfood, merokok dan malas bergerak. Hal inilah yang menjadi pusat perhatian pemerintah, terutama Kementerian Kesehatan. Oleh karenanya, Kementerian Kesehatan kini memiliki program prioritas, yakni Program Indonesia Sehat dengan Pendekatan Keluarga (PIS-PK) dan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS). Dengan kedua kebijakan ini diharapkan derajat kesehatan masyarakat Indonesia dapat terus meningkat

IMG-20180604-WA0020

Talkshow Kementerian Kesehatan “BINCANG SEHAT” .
“PEMBANGUNAN KESEHATAN DAN INVESTASI BANGSA”

Talkshow Kementerian Kesehatan “BINCANG SEHAT” – Muara Enim, Sumatera Selatan
Tema: “PEMBANGUNAN KESEHATAN DAN INVESTASI BANGSA”

Bincang Sehat merupakan sebuah acara talk show dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, dalam rangka melakukan sosialisasi kebijakan dan program pembangunan kesehatan di Indonesia.

Program ini merupakan siaran tapping selama satu jam, diikuti oleh kurang lebih 250 orang audiens. Dengan mengankat tema “PEMBANGUNAN KESEHATAN DAN INVESTASI BANGSA”, acara ini kemudian disiarkan di stasiun televisi TVRI daerah dan TVRI Pusat.

MUARA ENIM
Senin, 4 Juni 2018

Narasumber:
1. Ibu Irma Suryani Chaniago (Anggota Komisi IX DPR RI)
2. Ibu Vivi Mariani (Kepala Dinas Kesehatan Kab. Muara Enim)

Pembawa acara: Dede Hasan

Lokasi: Gedung Serba Guna Desa Batu Raja, Kec. Rambang Dangku, Muara Enim, Sumatera Selatan

Pembangunan kesehatan pada hakekatnya adalah upaya yang dilaksanakan oleh semua komponen Bangsa Indonesia yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran, kemauan, dan kemampuan hidup sehat bagi setiap orang agar terwujud derajat kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya, sebagai investasi bagi pembangunan sumber daya manusia yang produktif secara sosial dan ekonomis. Keberhasilan pembangunan kesehatan sangat ditentukan oleh kesinambungan antar upaya program dan sektor, serta kesinambungan dengan upaya-upaya yang telah dilaksanakan oleh periode sebelumnya.

Dewasa ini Indonesia menghadapi tantangan serius berupa beban ganda penyakit. Dahulu penyebab kematian dan kesakitan terbesar adalah penyakit menular seperti ISPA, TB dan Diare, namun sejak tahun 2010 Penyakit Tidak Menular (PTM) seperti Stroke, Jantung Koroner, Kanker dan Diabetes memiliki proporsi yang lebih besar dalam jumlah kasus kesakitan dan kematian. Selama periode 1990–2015 pola kematian akibat PTM semakin meningkat dari 37% menjadi 57%, sebaliknya proporsi kematian akibat penyakit menular mengalami penurunan. Penyakit katastropik tersebut juga menjadi penyedot anggaran Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) terbesar untuk biaya pengobatannya.

Adanya perubahan gaya hidup disinyalir menjadi penyebab terjadinya perubahan pola penyakit tersebut. Di era sekarang perilaku masyarakat cenderung menjadi tidak sehat, seperti mengonsumsi junkfood, merokok dan malas bergerak. Hal inilah yang menjadi pusat perhatian pemerintah, terutama Kementerian Kesehatan. Oleh karenanya, Kementerian Kesehatan kini memiliki program prioritas, yakni Program Indonesia Sehat dengan Pendekatan Keluarga (PIS-PK) dan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS). Dengan kedua kebijakan ini diharapkan derajat kesehatan masyarakat Indonesia dapat terus meningkat

MCA small

Millennium Challenge Account Indonesia (MCA-Indonesia) merupakan sebagai lembaga wali amanat pengelola Hibah Compact yang merupakan salah satu pilar utama Kemitraan Komprehensif Amerika Serikat – Indonesia. Program Compact ini bertujuan mengurangi kemiskinan melalui pertumbuhan ekonomi di Indonesia dan diselenggarakan selama 5 tahun, pada periode 2013-2018. Dana hibah digunakan untuk membiayai tiga proyek, yaitu: Kemakmuran Hijau, Kesehatan dan Gizi Berbasis Masyarakat untuk Mengurangi Stanting, dan Modernisasi Pengadaan.

FOTO KEGIATAN

Kirim Pesan

Kirim masukan dan kritik anda

Alamat Kantor

Jl.Cakrawijaya II ,
Blok J Nomor 10,
Kavling Diskum Jakarta Timur

Kontak Kami

Telepon 021-859012743/44

Faximile 021-8560408

Alamat Email

bamboedoea@bamboedoea.com

www.bamboedoea.com