6 Kunci Manajemen Krisis

Belum lama kita terkejut dengan musibah kecelakaan pesawat Adam Air, dan tenggelamnya kapal Levina, kita lagi-lagi dikejutkan dengan peristiwa terbakarnya pesawat Garuda pada Maret lalu. Tak hanya musibah yang menelan sejumlah korban jiwa, peristiwa ini sekaligus juga menjadi titik krisis bagi perusahaan yang bersangkutan.

Secara harafiah, krisis bisa berarti setiap situasi yang dapat mengancam integritas ataupun reputasi perusahaan, yang kerap kali disebabkan oleh kecenderungan media dalam memberitakan secara negative. Situasi ini bisa berupa permasalahan hukum, pencurian, kecelakaan, kebakaran, banjir ataupun bencana lainnya yang bisa mencemarkan nama baik perusahaan, baik langsung ataupun tak langsung. Atau, situasi ini juga bisa berupa kondisi dimana media massa memberitakan bahwa perusahaan Anda tidak bereaksi dengan sebagaimana mestinya saat menghadapi krisis. Dalam kasus di atas, misalnya kecenderungan negative dalam memberitakan peristiwa tersebut. Apalagi saat PR perusahaan atau juru bicara perusahaan tersebut tak kunjung muncul dan memberikan pernyataan.

Lalu bagaimana mengatasinya? Nah, berikut 6 kunci panduan Anda dalam menangani krisis adalah:

  1.  Hubungi CEO atau kepala departemen humas Anda. Susunlah rencana dan strategi yang tepat untuk menangani krisis yang sedang dihadapi. 
  2. Membentuk Tim Krisis Komunikasi, yang terdiri atas CEO, kepala bagian PR, Direktur, Manajer senior dari divisi yang terlibat dalam krisis, kepala bagian keamanan, pengacara organisasi, juga pihak-pihak yang mungkin terlibat seperti saksi. Keseluruhan anggota tim nantinya harus punya kemampuan untuk menghadapi pertanyaan media. Tim ini nantinya akan bertugas untuk mengidentifikasi tindakan yang harus diambil dalam menyikapi krisis yang sedang terjadi. 
  3. Ciptakan figur juru bicara. Harus ada satu figur juru bicara yang mewakili perusahaan, membuat pernyataan resmi, menjawab pertanyaan media selama krisis. Perlu juga disiapkan juru bicara pengganti jika juru bicara utama sedang berhalangan. Tak hanya itu, juga perlu disiapkan sejumlah pakar atau konsultan ahli, seperti misalnya misalnya pakar keuangan, konsultan teknik, ataupun ketua komunitas yang terkait krisis. Juru bicara haruslah seorang yang nyaman berhadapan dengan media dan wartawan, berpengalaman menangani media, mampu mengidentifikasi sejumlah kunci pokok, mampu bicara di depan umum tanpa menggunakan jargon, menghargai pekerjaan wartawan, serta memiliki wawasan yang luas tentang organisasi dan penanganan krisis. 
  4. Pilihlah tempat untuk media center atau ruangan untuk mengadakan konferensi pers.
  5. Buatlah news release, yang minimal mencakup 5W yaitu who, what, when dan where kejadian. Fakta yang dimuat haruslah akurat dan berasal dari sumber yang terpercaya. 
  6. Siapkan pernyataan yang dapat digunakan oleh pihak-pihak selain juru bicara untuk menjawab pertanyaan wartawan. Ini karena wartawan berhak mewawancarai siapa saja. Karena itu, hendaknya disiapkan pernyataan seperti “Saat ini masih dilakukan pencarian fakta. Tapi akan segera diadakan konferensi pers mengenai hal ini. Jadi, mohon tinggalkan nama dan nomor ponsel yang dapat kami hubungi. Terima kasih”. Pernyataan ini nantinya bisa disebar luaskan lewat telpon, email, fax, ataupun sms. 

reddit cialis online

2 tahun ago

I could not refrain from commenting. Perfectly written!

Kirim Pesan

Kirim masukan dan kritik anda

Alamat Kantor

Jl.Cakrawijaya II ,
Blok J Nomor 10,
Kavling Diskum Jakarta Timur

Kontak Kami

Telepon 021-859012743/44

Faximile 021-8560408

Alamat Email

bamboedoea@bamboedoea.com

www.bamboedoea.com