Seminar Strategi Komunikasi dan Pengelolaan Media Ditjen Pajak: Jangan Abaikan Komunikasi Internal

Direktur Bamboedoea Heri Rakhmadi memaparkan strategi komunikasi dan pengelolaan media Ditjen Pajak, Jakarta (11/5)

Ada pemandangan berbeda di Auditorium Gedung Utama Kantor Pusat Direktorat Jenderal Pajak (DJP), Jakarta (11/5). Sekitar  280 para Kepala Kantor Pelayanan, Penyuluhan, dan, Konsultasi Perpajakan se-Indonesia serius mendengar paparan mengenai strategi komunikasi DJP pasca  terkuaknya makelar kasus yang melibatkan oknum DJP Gayus Tambunan.

Memang selama dua hari (11-12/5) Direktorat Penyuluhan, Pelayanan, dan Humas (P2H) DJP menggelar rekernas yang salah satu rangkaian kegiatannya adalah paparan terkait strategi komunikasi dan pengelolaan media DJP pasca kasus Gayus yang disampaikan Direktur Bamboedoea Communications Heri Rakhmadi.

Dalam paparannya, Heri mengatakan, selama ini strategi komunikasi eksternal DJP terkait sosialisasi dan penyuluhan Pajak sudah sangat optimal dan dapat dikatakan berhasil. Instansi ini berhasil menggunakan berbagai saluran untuk mengkampanyekan pajak kepada masyarakat. Saluran variatif dan kreatif seperti website, kring pajak, e-mail centerSMS alertbelow the lineabove the line, e-reg NPWP, Pojok Pajak, dan Mobil Pajak Keliling, berhasil meningkatkan awareness para wajib pajak.

Namun, terkuaknya makelar kasus di DJP menjadi isyarat bahwa komunikasi eksternal yang optimal juga harus diimbangi dengan program komunikasi internal yang maksimal juga. Menurut Heri, kasus Gayus dapat dijadikan momentum oleh DJP untuk melakukan perubahan mendasar baik sistem maupun kultur agar kasus Gayus tidak terulang lagi.

Salah satu alat untuk menggerakkan perubahan mendasar ini adalah dengan lebih mengintensifkan program-program komunikasi dan kampanye internal yang ditujukan untuk semua pegawai DJP. “Perlu program-program komunikasi internal yang memberikan pemahaman bahwa pegawai DJP adalah duta-duta institusinya. Apa yang dipersepsikan publik terhadap DJP sangat ditentukan oleh tingkah laku dan pola hidup para pegawainya,” jelas Heri.

Program-program komunikasi ini diselaraskan dengan penguatan law enforcementberupa penindakan dan pencegahan intenal yang juga dibarengi dengan berbagai kegiatan penguatan integritas aparatur DJP. Kesemuanya ini dibingkai dalam semangat untuk melakukan perubahan sistem yang mendasar di DJP misalnya terkait sistem dan hukum  perpajakan, transparansi pengelolaan keberatan pajak, atau penguatan “whistle blower system” agar ke depan DJP bebas dari praktik-praktik seperti yang dilakukan Gayus.

“Komunikasi eksternal DJP yang sudah cukup bagus harus diimbangi dengan komunikasi internal yang berkualitas juga. Komunikasi internal tidak kalah penting dengan komunikasi internal. Namun, inilah yang sering dilupakan pelaku PR,” ungkap Heri.

Kirim Pesan

Kirim masukan dan kritik anda

Alamat Kantor

Jl.Cakrawijaya II ,
Blok J Nomor 10,
Kavling Diskum Jakarta Timur

Kontak Kami

Telepon 021-859012743/44

Faximile 021-8560408

Alamat Email

bamboedoea@bamboedoea.com

www.bamboedoea.com