Tujuh BUMN Kuasai 26 Persen Kapitalisasi Pasar Modal

Pada tahun 2010 saham BUMN menunjukkan kinerja dan performa yang terus membaik dibanding tahun 2009. Menteri BUMN Mustafa Abubakar dalam Konferensi Pers Refleksi Akhir Tahun 2010 Kementerian BUMN (31/12) mengatakan dari 17 BUMN yang terdaftar di pasar modal, hampir seluruhnya mengalami pergerakan yang positif. Perusahaan BUMN yang harga sahamnya mengalami pertumbuhan terbesar adalah Adhi Karya (122%). Menyusul di belakangnya, Widjaya Karya (112,3%),  BNI (103,1%), dan BTN (98, 8%).

JAKARTA,31/12-REFLEKSI BUMN. Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Mustafa Abubakar (tengah) sebelum jumpa pers terkait refleksi kinerja BUMN 2010 di Jakarta, kemarin. SINDO/HASIHOLAN SIAHAAN

Kinerja saham-saham BUMN juga terlihat dari nilai kapitalisasinya.  Dari total 421 perusahaan yang terdaftar di pasar modal dengan  nilai kapitalisasi pasar yang mencapai sekitar Rp3.100 triliun, sebanyak Rp819 triliun dikuasai oleh 17 BUMN atau sekitar (26%). Dari 20 perusahaan dengan kapitalisasi terbesar di pasar modal, tujuh diantaranya merupakan BUMN (Telkom, Mandiri, BRI, Perusahaan Gas Negara, BNI, Semen Gresik, dan Bukit Asam). Ketujuh BUMN ini menguasai 30 persen nilai kapitalisasi pasar (market cap)  dari 20 perusahaan dengan kapitalisasi terbesar tadi.

Laba Bersih Meningkat

Lebih lanjut, Mustafa menjelaskan secara umum kinerja BUMN pada  2010 mengalami peningkatan yang cukup signifikan. Laba bersih BUMN tahun 2010 diperkirakan mencapai Rp84,78 triilun. Capaian tersebut belum termasuk perolehan laba 17 BUMN terbuka pada Q3 2010. Sebagai pembanding laba 17 BUMN terbuka sampai Q3 mencapai Rp 37,9 triliun atau sekitar Rp12,6 triliun per triwulan. Sektor energi tercatat sebagai pemberi kontribusi terbesar dengan capaian sekitar Rp33, 26 triliun. Berikutnya, sektor perbankan dan telekomunikasi.

 Sedangkan total aset BUMN pada 2010 diperkirakan meningkat menjadi Rp 2.382 triliun, lebih tinggi dibandingkan total aset BUMN pada 2009 yang hanya mencapai Rp2.257 triliun. Peningkatan juga terjadi pada pendapatan usaha. Jika pada 2009 perolehan pendapatan usaha BUMN  hanya Rp987, 3 triliun, setahun berikutnya melonjak menjadi Rp1.037 triliun. Padahal jumlah tersebut, belum termasuk pendapatan usaha kuartal keempat 17 BUMN  yang tercatat di pasar modal.

Pencapaian dividen tahun 2010 diperkirakan meningkat menjadi Rp29,9  triliun. Padahal,  tahun sebelumnya hanya sekitar  Rp28, 6 trilun. Realisasi Belanja Modal atau Capital Expenditure  tahun 2010 (prognosa) mencapai Rp197 triliun. Sedangkan realisasi Belanja Operasional atau Operational Expenditure tahun 2010 (prognosa) mencapai Rp893 triliun. Untuk kontribusi BUMN langsung ke negara dalam bentuk dividen dan pajak masing-masing mencapai Rp29,9 triliun dan Rp100, 7 triliun serta hasil privatisasi sebesar Rp2,1 triliun.

Sejumlah program unggulan dan strategis yang berhasil dilaksanakan pada  tahun 2010 antara lain, program konversi minyak ke gas,  program pembangkit Listrik 10.000 MW, program pembangunan jal tol trans Jawa 1. 000 Km, program pembangunan rumah susun sederhana 1.000 Tower, dan program penyaluran dan  penjamin KUR (Kredit Usaha Rakyat). “Dengan capaian ini, saya optimis tahun 2011 Kementerian BUMN akan mencapai kinerja yang lebih baik lagi,” ujar Mustafa.

Berkat strategi dan perencanaan yang matang, Konferensi Pers  Akhir Tahun 2010 Kementerian BUMN berjalan dengan baik. Dihadiri 75 wartawan, magnitude pemberitaan kegiatan ini cukup tinggi dengan tone pemberitaan positif.

Kirim Pesan

Kirim masukan dan kritik anda

Alamat Kantor

Jl.Cakrawijaya II ,
Blok J Nomor 10,
Kavling Diskum Jakarta Timur

Kontak Kami

Telepon 021-859012743/44

Faximile 021-8560408

Alamat Email

bamboedoea@bamboedoea.com

www.bamboedoea.com