Tren Humas 2020

USC Annenberg Center for Public Relations melalui 2019 Global Communications Report menyebutkan bahwa ke depannya, teknologi diprediksi akan digunakan lebih banyak oleh Humas untuk melakukan social listening, analisa kinerja website dan manajemen media sosial

Sesuai dengan Inpres No. 9 tahun 2015, Kemenkominfo bertugas mengoordinasikan peran humas pemerintahan, termasuk menyusun dan melaksanakan strategi komunikasi. Government Public Relations (GPR) harus dapat membangun citra positif bangsa di dunia internasional. Namun, di era digital ini, humas pemerintahan juga harus menyampaikan klarifikasi terhadap sebuah isu. Informasi di Indonesia kini bersifat dinamis sehingga GPR dan jajaran praktisi humas harus menghadapi tsunami informasi. “Dalam 1 menit, di Facebook ada 3,3 juta informasi yang beredar, sedangkan di WA, ada 29 juta informasi tiap menitnya. Itu artinya tsunami informasi. Berapa persen informasi yang diproduksi oleh humas?” tanya Niken di Jakarta, Senin (10/12/2018).

Pada Revolusi Industri 4.0 berisiko tergantikan dengan mesin yang saling berkomunikasi. Alat komunikasinya pun semakin beragam, seperti alat publikasi, cerita visual, pemasaran, dan influencer. “PR sangat erat berkaitan dengan komunikasi. Pada komunikasi 4.0, banyak pekerjaan yang bisa digantikan dengan mesin, mereka pun bisa saling berkomunikasi,” tambah Niken.

Cara masyarakat dalam memperoleh informasi pun bertransformasi. Terdapat pergeseran sumber informasi dari media morfosis dari media mainstream ke media sosial. “Melalui perkembangan TIK, masyarakat bebas beropini, menilai, dan memilih. Ini menjadi tantangan sekaligus peluang. Mereka kini cenderung memperoleh informasi setiap saat melalui gawai,” ujar Niken.

Oleh karena itu, kini kita memasuki era post truth, di mana banyak data dan informasi valid yang tertutup oleh hoax di dunia maya, khususnya di media sosial. Menurutnya, humas harus bisa membuat konten positif di media sosial. “Kalau orang baik diam, maka orang yang memiliki niat buruk dan semangat menyebarkan hal negatif, akan mendominasi dunia maya kita. Karena itu, humas indonesia, selain melakukan kegiatan tatap muka, tapi harus banyak mengisi ruang kosong di media sosial.

Sinergi berbagai praktisi humas, baik humas pemerintahan dan swasta dibutuhkan untuk mengatasi tantangan-tantangan tersebut. Dengan begitu, pekerjaan mereka dalam membangun citra positif stake holders tidak akan terdisrupsi teknologi AI.

Sementara itu, merilis data  USC Annenberg Center for Public Relations melalui 2019 Global Communications Report menyebutkan bahwa ke depannya, teknologi diprediksi akan digunakan lebih banyak oleh Humas untuk melakukan social listening, analisa kinerja website dan manajemen media sosial.

Jojo S. Nugroho, Ketua Umum Asosiasi Perusahaan Public Relations Indonesia (APPRI), mengatakan bahwa pelibatan Artificial Intelligence (AI) dalam pekerjaan komunikasi dan pemasaran di seluruh dunia semakin marak setahun belakangan ini.

“Indonesia diprediksi akan semakin piawai menggunakan potensi AI tersebut untuk menjalankan intelijen bisnis dan pasar, melakukan diseminasi informasi, serta merencanakan marketing PR,” ujarnya .

Dia melanjutkan bahwa konsekuensi dari hal tersebut adalah semakin terintegrasinya pekerjaan Humas dengan pekerjaan pemasaran dan penjualan guna menjawab tantangan di dua tataran sekaligus, yakni korporasi dan pasar konsumen.

Dia meyakini intelijen bisnis yang lebih matang akan membantu perusahaan atau organisasi untuk menempatkan dirinya dengan lebih baik di tengah dinamika isu sosial. “Praktisi Humas harus mengembangkan kemampuan menerjemahkan data menjadi strategi dan aksi. Dengan menggunakan AI, Humas dapat memberi masukan terhadap kebijakan, membantu keputusan-keputusan penting yang perlu diambil perusahaan, dan mendorong perubahan perilaku secara lebih tepat,” ucapnya.

Meski teknologi data digital semakin dibutuhkan, menurutnya, keahlian dan keterampilan dasar kerja Humas dalam hal hubungan antar manusia tetap tidak dapat ditinggalkan. “Alat-alat kerja terus berkembang dan menjadikan pekerjaan Humas semakin efektif dan efisien. Namun demikian, kecerdasan dan kebijaksanaan seorang praktisi Humas tidaklah tergantikan oleh teknologi,” kata Jojo.

Leave a comment



Kirim Pesan

Kirim masukan dan kritik anda

Alamat Kantor

Jl.Cakrawijaya II ,
Blok J Nomor 10,
Kavling Diskum Jakarta Timur

Kontak Kami

Telepon 021-859012743/44

Faximile 021-8560408

Alamat Email

bamboedoea@bamboedoea.com

www.bamboedoea.com