Grand Launching “Jakarta Memanggil” untuk Jakarta Bebas HIV-AIDS 2030 Dikemas Penuh Kreativitas

Siaran Pers

Bamboedoea Komunikasi dipercaya mengelola berbagai program komunikasi “Jakarta Memanggil”. Jakarta Memanggil adalah sebuah program dari Dinas Kesehatan DKI Jakara yang didukung oleh USAID / LINKAGES. Program ini berupa gamifikasi yang bertujuan mengajak seluruh petugas kesehatan, terutama petugas Puskesmas dan klinik untuk melakukan aksi-aksi percepatan penanggulangan HIV-AIDS yang terencana dan terpadu dalam rangka mewujudkan Jakarta Bebas AIDS Pada 2030. Salah satu program komunikasi “Jakarta Memanggil” yang dikelola Bamboedoea adalah menggelar grand launching Jakarta Memanggil yang digelar di Gedung RRI, Jakarta, Selasa (12/2/2020).

Untuk menghindari kesan seremonial seperti yang biasa disaksikan dalam peresmian-peresmian program, peluncuran Jakarta Memanggil dikemas penuh kreativitas. Dengan konsep acara “Magazine Show” yang dikemas dalam pertunjukan teater dan dialog berupa talk show menjadikan acara grand launching Jakarta Memanggil berlangsung menyenangkan tetapi tetap sarat makna sehingga pesan acara sampai ke semua audience. Acara semakin meraih karena diselingi parade budaya berupa tarian Lenggang Nyai, live band performance, multimedia atraktif, dan berbagai games serta dipandu oleh komedian ‘Kelik Pelipur Lara’. Para peserta juga diberi ruang membagikan moment terbaiknya di grand launching ini dengan berfoto di photo booths dan membagikan keseruannya di media sosial masing-masing. Foto yang paling menarik mendapatkan doorprize.

Menuju Jakarta Bebas HIV-AIDS 2030

DKI Jakarta merupakan empat besar provinsi dengan jumlah kasus HIV dan AIDS terbanyak di Indonesia bersama dengan Papua, Bali dan Jawa Timur. Estimasi Kementerian kesehatan  menyatakan ada 109.676 ODHA (Orang dengan HIV AIDS) di Jakarta. “Namun yang terdeteksi saat ini baru 65.606. Masih ada 40% yang belum bisa kita deteksi.” Demikian dikatakan Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta, dr. Widyastuti, MKM dalam Peluncuran Jakarta Memanggil, Selasa (11-02-2020) di Auditorium Abdurahman Saleh RRI.

Dalam mengatasi permasalahan HIV-AIDS di Jakarta, pemerintah DKI Jakarta, kata Widyastuti, telah menginisiasi beberapa komitmen seperti dalam bentuk regulasi dengan menerbitkan Perda No.5/2008 Tentang Penanggulangan AIDS dan pembiayaan program. Selain itu, ada juga komitmen menyediakan fasilitas layanan kesehatan berupa tes HIV, pengobatan HIV dan pemantauan keberhasilan pengobatan serta komitmen untuk terus melakukan inovasi program.  

Sejak Januari 2019 tahun lalu, DKI Jakarta juga telah me-launching  Jak Track yang telah digunakan  oleh lebih dari 70 Puskesmas (Kecamatan dan Kelurahan), Klinik Swasta dan Rumah Sakit di DKI Jakarta. Selama Januari-September 2019, dengan Reservasi Online yang telah diterapkan di 35 Puskesmas dan RSUD di Jakarta, terdapat 2.910 booking test HIV yang dibuat dan lebih dari 500 klien telah merasakan mudahnya akses ke layanan HIV melalui fasilitas ini. Selama tahun 2019, 809 mobile VCT telah dilakukan di Puskesmas dengan total 18.866 klien telah melakukan tes HIV dengan angka temuan kasus 10% dari total tes. Mobile  VCT atau Dokling pelaporannya dilakukan menggunakan Jak-Track dan bisa dengan mudah langsung diakses oleh LSM penjangkau. Dengan berbagai kemudahan yang telah Jak-Track hadirkan, semoga ke depan penggunaan Jak-Track bisa lebih optimal dan dapat memudahkan petugas layanan kesehatan dalam pencegahan dan penanggulangan HIV/AIDS di DKI Jakarta.

Lebih jauh Widyastuti  mengatakan sudah menjadi pakem untuk isu public health, bahwa tidak ada program public health yang berhasil tanpa partisipasi masyarakat. Demikian juga dengan upaya mengatasi masalah HIV AIDS. Oleh karena itu, Widyastuti mengapresiasi  dukungan dan bantuan teknis USAID / LINKAGES yang telah menginisiasi “Jakarta Memanggil” yang merupakan  sebuah gamifikasi yang bertujuan mengajak seluruh petugas kesehatan, terutama petugas Puskesmas dan klinik untuk melakukan aksi-aksi percepatan penanggulangan HIV-AIDS yang terencana dan terpadu dalam rangka mewujudkan Jakarta Bebas AIDS Pada 2030.

Untuk mencapainya, “Jakarta Memanggil” mengajak petugas kesehatan menerapkan inovasi-inovasi program, menggunakan data, memanfaatkan ICT, mengoptimalkan sumber daya yang ada dan merespon berbagai tantangan secara cepat. Jakarta Memanggil percaya langkah-langkah kecil yang strategis dan berkelanjutan akan berdampak besar bagi penanggulangan HIV-AIDS di Jakarta.

Erlian Rista Aditya, Associate Director for Technical FHI 360 mengatakan “Jakarta Memanggil” adalah sarana penyaluran semangat para petugas kesehatan untuk melakukan perubahan dan mencapai tujuan agar semua orang terdampak HIV-AIDS mendapatkan perawatan dan pengobatan. Gamifikasi Jakarta Memanggil akan memotivasi seluruh petugas Puskesmas kecamatan dan klinik mitra di Jakarta terutama kepada unit layanan tes HIV dan PDP (Perawatan, Dukungan dan Pengobatan), untuk menanggulangi HIV secara lebih baik. Untuk itu, kata Erlian, Jakarta Memanggil akan berkontribusi lebih optimal apabila Suku Dinas Kesehatan Kota meningkatkan koordinasi semua upaya penanggulangan HIV-AIDS di wilayahnya melalui penguatan-penguatan kepada petugas kesehatan terdepan yakni Puskesmas dan klinik mitra.

“Petugas kesehatan dari 42 Puskesmas kecamatan dan 4 klinik mitra di Jakarta akan berkompetisi mencapai target-target program sesuai dengan inisiatif global bernama Fast-Track: Cities Ending the AIDS Epidemic by 2030,” ujar Erlian.

Inisiatif Fast-Track mengajak semua kota-kota besar di dunia untuk mencapai tujuan 90-90-90: 90% ODHA mengetahui status HIV-nya, 90% mereka yang didiagnosis positif HIV mendapatkan dan tetap dalam pengobatan ARV, dan 90% mereka yang berobat mencapai supresi viral load sebagai tanda pengobatannya berhasil. Inisiatif Fast-Track ini juga sejalan dengan inisiatif akselerasi nasional pengobatan HIV dari Kementerian Kesehatan RI.

Puskesmas dan klinik mitra dapat berpartisipasi dalam gamifikasi Jakarta Memanggil dengan cara mendaftar ke website Jakarta Memanggil, membuat akun, memilih aksi-aksi Fast-Track yang akan dimainkan, mengunggah laporan pencapaian aksi-aksi tersebut, mendapatkan verifikasi hasil pencapaian aksi-aksi yang dipilihnya, dan mengklaim insentif yang telah disediakan. Peserta yang berhasil pada level satu akan naik ke permainan pada level dua dan seterusnya.

Secara intensif, gamifikasi Jakarta Memanggil akan dilakukan pada bulan Februari-April 2020. Seterusnya sampai dengan September 2020 akan dilakukan sesuai dengan kebutuhan.

Leave a comment



Kirim Pesan

Kirim masukan dan kritik anda

Alamat Kantor

Jl.Cakrawijaya II ,
Blok J Nomor 10,
Kavling Diskum Jakarta Timur

Kontak Kami

Telepon 021-859012743/44

Faximile 021-8560408

Alamat Email

bamboedoea@bamboedoea.com

www.bamboedoea.com