Untitled-6

Cara Kreatif BPTJ Kemenhub Mengedukasi Publik Bertransportasi Sehat Selama Pandemi

Pandemi Covid-19 membuat mobilitas dan pergerakan masyarakat semakin terbatas termasuk dalam hal penggunaan transportasi publik. BPTJ Kemenhub punya cara jitu mengedukasi publik perihal bertransportasi selama pandemi

Pandemi Covid-19 telah berdampak terhadap semua aspek kehidupan, termasuk cara berkomunikasi. Untuk mencegah penyebaran, selama masa pandemi pemerintah telah mengambil sejumlah langkah strategis seperti pembatasan mobilitas dan pergerakan warga. Sebagai gantinya, pemerintah mendorong semua warga untuk beraktivitas di rumah.

Dalam aspek komunikasi, pandemi juga telah membuat pola komunikasi yang berubah. Selama pandemi, aktivitas komunikasi seperti rapat, pertemuan, seminar lebih banyak dilakukan secara virtual melalui fasilitas zoom meeting, google meet, dan lain-lain. Boleh dibilang, selama pandemi, terjadi booming zoom meeting, google meet, hingga webinar. Masyarakat kemudian terbiasa menggunakan dan mendengar istilah-istilah tersebut.

Momentum inilah yang kemudian dimanfaatkan oleh Badan Pengelola Transportasi Jakarta Kementerian Perhubungan (BPTJ Kemenhub). Dibantu oleh Bamboedoea Komunikasi, BPTJ merancang sebuah acara webinar yang terbilang baru. Dari sisi teknis pelaksanaan, berbeda dengan webinar yang selama ini berlangsung, dalam webinar BPTJ ini, Bamboedoea mengemasnya dengan menggandeng Radio Sonora untuk menyiarkannya secara langsung. Dengan jaringan siarannya yang luas, webinar tersebut menjadi lebih efektif didengar oleh berbagai lapisasan masyarakat. Terlebih, saat kegiatan webinar berlangsung, juga disiarkan secara langsung melalui kanal Youtube Radio Sonora.

Tidak hanya itu, untuk memperkuat dan memperluas daya jangkau, dalam webinar ini, panitia juga mengundang para wartawan sebagai peserta. Tujuannya tentu saja, untuk mempublikasikan materi dan pemaparan yang disampaikan oleh para narasumber. Agar para pendengar tidak bosan, selama acara berjalan, disediakan gimmick berupa kuis dengan hadiah-hadiah yang menarik. Terbukti, dengan cara tersebut, loyalitas pendengar untuk mendengarkan webinar tetap konstan dari awal sampai akhir.

Webinar yang diselenggarakan oleh BPTJ Kemenhub berlangsung dua kali. Pertama berlangsung pada 15 September 2020. Webinar pertama, bertajuk “Bijak Bertransportasi Sehat di Era Pandemi Covid-19” menghadirkan empat orang pembicara yaitu Kepala BPTJ Polana B. Pramesti, Ketua Umum PB IDI Daeng M. Faqih, Ketua Komunitas Bike to Work Poetoet Soedarjanto, dan Ketua Koalisi Pejalan Kaki Alfred Sitorus.


Bijak Bertransportasi Sehat di Era Pandemi Covid-19 – BPTJ Kemenhub

Diluar dugaan, untuk webinar pertama jumlah peserta yang mendaftar mencapai 900 peserta. Jumlah tersebut melebihi target awal yaitu 200 peserta. Jumlah peserta tersebut belum termasuk yang mendengarkan atau mengikuti dari kanal Youtube Radio Sonora.


Kepala BPTJ Polana B. Pramesti pada saat webinar bertajuk
Bijak Bertransportasi Sehat di Era Pandemi Covid-19”
Pembicara webinar bertajuk
Bijak Bertransportasi Sehat di Era Pandemi Covid-19”

Kegiatan webinar pertama ini juga menghasilkan jumlah pemberitaan yang cukup masif, jumlahnya mencapai 70 artikel yang tersebar media cetak maupun online. Hampir semua media utama (mainstream) cetak maupun online memberitakan materi yang dibahas dalam webinar.

Setelah webinar pertama sukses, dilanjutkan dengan webinar kedua yang bertajuk “Langkah Sehat di Masa Pandemi Covid-19”. Dalam webinar kedua yang lebih fokus mengulas masalah trasportasi publik di masa pandemi ini, hadir empat orang narasumber. Mereka adalah Kepala BPTJ Polana B. Pramesti, Sekjen Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Harya Setyaka Dillon, Pengamat Perencanaan Wilayah Yayat Supriatna, dan Praktisi Kesehatan Cindiawati Josito Pudjiadi.


Langkah Sehat di Masa Pandemi Covid-19” – BPTJ Kemenhub

Pembicara webinar bertajuk
Langkah Sehat di Masa Pandemi Covid-19”

Untuk webinar kedua jumlah peserta mencapai 473 peserta. Begitu juga dengan jumlah pemberitaannya tidak kalah masif. Fakta-fakta tersebut tentunya menunjukkan keberhasilan terobosan suatu event yang dikemas secara menarik.

Bagi Anda yang ingin menyaksikan siaran tunda kedua webinar ini, silakan kunjungi akun Youtube Bamboedoea Komunikasi, atau klik link berikut:

Bijak Bertransportasi Sehat di Era Pandemi Covid-19 https://www.youtube.com/watch?v=_H8NuFvY3RE

Langkah Sehat di Masa Pandemi Covid-19 https://www.youtube.com/watch?v=6Ick9ydF_00


866190_720

Bamboedoea Menang Tender Prestisius “Media and Community Engagement Pemindahan Ibu Kota Baru”

Bamboedoea Komunikasi berhasil memenangkantender“Media and Community Engagement Pemindahan Ibu Kota Baru”. Namun, adanya pandemi Covid-19, membuat program tersebut tidak tereksekusi karena adanya pengalihan anggaran. 

Bamboedoea Komunikasi kembali berhasil memenangkan tender komunikasi publik proyek strategis nasional. Kali ini program pemindahan ibu kota negara dari Jakarta ke wilayah di Kabupaten Penajam Paser Utara dan Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur. Boleh dibilang, pemindahan ibu kota negara ini merupakan program yang cukup prestisius lantaran diinisiasi langsung oleh Presiden Joko Widodo. 

Saat konferensi pers di Istana Merdeka, Senin (26/8/2019), Presiden Jokowi menuturkan sejumlah alasan khusus mengapa ibu kota harus dipindahkan. Salah satunya karena beban Jakarta yang sudah terlalu berat sebagai pusat pemerintahan, pusat bisnis, pusat keuangan, pusat perdagangan, dan pusat jasa. Alasan lain, beban Pulau Jawa yang semakin berat dengan penduduk 150 juta atau 54 persen dari total jumlah penduduk Indonesia. “Dan 58 persen PDB ekonomi Indonesia itu ada di Pulau Jawa, dan Pulau Jawa sebagai sumber ketahanan pangan,” kata Kepala Negara yang didampingi Wakil Presiden Jusuf Kalla dan sejumlah menteri.


Desain Ibu Kota Baru. (Foto: Dok. Kementerian PUPR)

Guna mendukung program pemindahan ibu kota negara, awal tahun 2020 Kementerian PPN/Bappenas mengadakan lelang bertajuk “Media and Community Engagement dalam Pemindahan Ibu Kota Negara” dengan pagu anggaran Rp9,9 miliar. Selama proses berlangsung sekitar 65 konsultan kehumasan ikut mendaftar dalam lelang sekaligus bersaing memenangkan tender. Beberapa konsultan kehumasan ternama seperti PT Royston Advisory Indonesia, PT Mediatana Cipta Citra, termasuk konsultan kehumasan yang ikut bersaing.


Desain Ibu Kota Baru. (Foto: Dok. Kementerian PUPR)

Sebelum proses lelang berlanjut, penitia mengulang lelang karena ada kekeliruan pada saat upload dokumen persyaratan teknis administratif. Dalam lelang ulang ini, tiga konsultan kehumasan: Bamboedoea Komunikasi, Royston Advisory Indonesia dan G-Indonesia Sukses Mulia, dinyatakan lolos persyaratan administratif dan proposal teknis. Setelah tahapan pembuktian dan presentasi proposal teknis, panitia mengumumkan dua konsultan kehumasan yang lolos tahapan akhir yaitu Bamboedoea Komunikasi dan Royston Advisory Indonesia. Penentuan pemenang kemudian ditentukan melalui metode lelang harga terbuka atau reverse aution. Akhirnya, setelah melalui penawaran harga terbuka yang sangat kompetitif, Bamboedoea Komunikasi tampil sebagai pemenang tender “Media and Community Engagement dalam Pemindahan Ibu Kota Negara”.

Namun, beragam kegiatan komunikasi publik yang telah disusun dalam program “Media and Community Engagement dalam Pemindahan Ibu Kota Negara” tidak sempat berjalan karena sebelum penandatanganan kontrak, terjadi wabah pandemi Covid-19 yang melanda Indonesia. Saat itu, sesuai arahan Presiden Joko Widodo, Kementerian PPN/Bappenas mengalihkan berbagai kegiatannya untuk penanganan pandemi Covid-19.

Kirim Pesan

Kirim masukan dan kritik anda

Alamat Kantor

Jl.Cakrawijaya II ,
Blok J Nomor 10,
Kavling Diskum Jakarta Timur

Kontak Kami

Telepon 021-859012743/44

Faximile 021-8560408

Alamat Email

bamboedoea@bamboedoea.com

www.bamboedoea.com