Anggota Dewan Kehormatan PWI Pusat (2013-2018) sekaligus Anggota Penasihat Forum Pemred.

Asro Kamal Rokan

Saya mengenal Bamboedoea ketika mengelola Media Center Pemilu 2004. Ketika itu, sebagai Pemimpin Redaksi Republika, saya harus berinteraksi untuk memudahkan akses informasi dalam pemilu yang rumit tersebut. Dari interaksi itu, saya paham, Bamboedoea berhak mendapatkan kepercayaan UNDP dan penghargaan internasional. Bamboedoea tidak saja memiliki staf-staf profesional dan terampil mengelola media center, tapi juga bekerja dengan hati. Mereka bukan mesin yang bekerja atas perintah, tapi adalah jiwa yang bahagia apabila dapat membahagiakan. Perusahaan komunikasi ini bekerja tidak sekadar memenuhi isi kontrak, tapi lebih dari itu: kepuasan bagi semua. Kelemahan dan bahkan kegagalan banyak perusahaan komunikasi sering sekali karena mereka bekerja sekadar menyelesaikan ketentuan kontrak. Mereka menanam pohon dan kemudian melupakannya. Bamboedoea tidak saja menanam, tapi juga mengikuti proses hingga buah dapat dinikmati. Tidak banyak yang bisa melakukan itu, bekerja untuk kepuasan batin dan ibadah.