Anggota KPU 2001 - 2006 dan Menteri Hukum dan HAM 2004-2007

Hamid Awaluddin

Sebagai salah satu Komisioner KPU Pemilu 2004, saya merasakan manfaat keberadaan Media Center KPU Pemilu 2004. Keberadaan media center membuat teman-teman pers memiliki tempat dan memiliki sumber informasi yang jelas, cepat, akurat. Sekali lagi dengan media center, kawan kawan pers mudah mendapatkan aksesibilitas, cepat memperoleh informasi, dan akurat. Itu semua bisa terjadi karena ada itikad untuk membuka informasi atau menyembunyikan informasi sehingga teman teman pers sendiri, tidak memiliki kerepotan untuk mencari informasi. Keberadaan media center juga memberi kepastian, mengenai apa yang kita lakukan, apa yang kita rencanakan dan apa yang kita ucapkan. Menurut saya sebagai pengelola Media Center KPU Pemilu 2004, Bamboedoea Komunikasi bekerja sangat baik. Selain profesional, hubungan kerja yang dibangun adalah kekerabatan. Tidak ada kesan hierarkis antara tim Bamboedoea dengan para komisioner. Mulai dari yang paling tinggi sampai staf biasa. Kalau komisioner lagi mumet di ruangan, media center merupakan ruangan yang paling sering dikunjungi para komisioner. Selain itu, media center juga sangat membuka diri dan membangun hubungan yang rileks sehingga kawan-kawan pers yang jumlahnya ratusan tidak memiliki sekat dengan para komisioner. Begitu cair dan sangat terbuka. Saya pernah punya pengalaman. Suatu ketika ada media lokal yang menulis tentang pernyataan saya. Berita tersebut kemudian dikutip oleh media nasional.
Kedua-duanya memberitakannya dengan salah. Untung ada rekaman wawancara saya di media center sehingga saya bisa koreksi dan meminta media yang memberitakan pernyataan saya dengan salah untuk meralatnya. Waktu itu fatal sekali jika tidak diralat. Itulah peranan media center, jadi jangkar jadinya agar kapal tidak oleng. Tidak oleng oleh gosip, tidak oleng oleh penafsiran dan prasangka. Peranan tim Bamboedoea juga sangat profesional. Kalau ada sesuatu yang salah, menurut standard mereka, mereka datang kepada kami untuk mengingatkan. "Pak, barangkali kami perlu meluruskan, sebaiknya tidak seperti itu. Pak, laporan Bapak dari daerah tidak benar, logikanya begini." Begitulah cara mereka mengingatkan kami. Paling menarik, acap kali saya didatangi kawan kawan Bamboedoea untuk memberitahu, Pak tolong Bapak jangan banyak bicara. Karena ini belum selesai, Pak. Nanti rentetannya begini. Menurut saya, itu luar biasa itu karena Bamboedoea bisa menjaga keseimbangan ketika mengutarakan pendapat, antara menyampaikan kebenaran, dan sesuatu yang bakal terjadi. Itu luar biasa itu. Ketika diangkat menjadi Menteri Kehakiman, metode yang sama saya gunakan. Saya pelan-pelan membangun media center di Departemen Hukum dan HAM karena saya tahu hal tersebut sangat meringankan pekerjaan.