Kepala Biro Humas dan Tata Usaha Pimpinan Kementerian PPN/Bappenas 2007-2012

Dr. Ir. Maruhum Batubara, MPA

Ketika diangkat sebagai Kepala Biro Humas dan Tata Usaha Pimpinan (BHTUP) Kementerian PPN/Bappenas pada 2007, saya tidak tahu apa-apa tentang bidang pekerjaan humas. Terlebih latar belakang saya bukan bidang komunikasi melainkan urban planning. Dari situ saya mulai baca-baca buku tentang komunikasi dan kehumasan serta mulai berkomunikasi dengan teman-teman yang paham tentang dunia komunikasi. Salah satu rekan yang saya ajak bicara adalah pimpinan Bamboeadoea Komunikasi Heri Rakhmadi yang memang sejak awal saya tahu kiprahnya dalam bidang kehumasan. Sebelumnya, saya sudah mendapat informasi tentang Bamboedoea yang berpengalaman menangani komunikasi publik di lembaga-lembaga pemerintah seperti Komisi Pemilihan Umum (KPU).  

 

Sebagai langkah awal, BHTUP Kementerian PPN/Bappenas bersinergi dengan Bamboedoea melakukan strategi kehumasan Kementerian PPN/Bappenas. Dari kajian tersebut, intinya kami ingin melihat evaluasi kegiatan-kegiatan komunikasi yang ini telah dilakukan, stakeholders mapping serta rekomendasi strategi kehumasan yang harus dilakukan. Saya pelajari kajian tersebut dengan baik, dan pelan-pelan saya mulai memahaminya.

 

Dalam kegiatan komunikasi publik Musrenbangnas peran Bamboedoea juga tidak bisa dilupakan. Awalnya, Musrenbangnas merupakan kegiatan yang fokus pada subtansi dan diselenggarakan di hotel-hotel. Saat itu, aspek komunikasi publik belum belum menjadi prioritas. Padahal sebagai sebuah kegiatan perencanaan pembangunan, ujung-ujungnya yang menikmati adalah masyarakat. Oleh karena itu, saya berpikir kegiatan komunikasi publik Musrenbangnas juga harus dilakukan. Pada Musrenbangnas 2008 komunikasi publik pelan-pelan dilakukan misalnya dengan melakukan wawancara pagi sebelum Musrenbangnas berlangsung. Setelah itu, melakukan penerbitan newsletter selama pelaksanaan Musrenbangnas sampai kemudian peliputan langsung acara Musrenbangnas. Pokoknya, setiap kali pelaksaan Musrenbangnas komunikasi publiknya terus ditingkatkan.