Project Manager SWARGA-UNDP

Pheni Chalid

Saya terlibat langsung dengan Bamboedoea dalam dua program yakni Aceh Local Elections Support (ALES) pada 2006 dan SWARGA. Kinerja Bamboedoea dalam dua program tersebut sangat baik. Tapi yang paling maksimum saat menangani ALES. Untuk kegiatan kampanye publik peningkatan keterwakilan perempuan dan pemilih perempuan dalam program SWARGA ada beberapa hal yang perlu dtingkatkan. Saya menilai Bamboedoea punya kelebihan yang cukup menonjol yakni jaringan media massa di tingkat nasional hingga ke daerah. Kelebihan tersebut saya kira harus tetap dipertahankan atau mungkin lebih ditingkatkan lagi. Ke depan, Bamboedoea juga harus mulai mengedepankan pemanfaatan teknologi untuk aspek komunikasi publik. Saat mengelola program komunikasi publik Pilkada Aceh 2006, beberapa kegiatan kehumasan yang menonjol seperti Karnaval Becak yang dilanjutkan dengan penandatanganan Pilkada Damai oleh delapan pasangan calon di depan Masjid Baitul Rahman, Banda Aceh. Dua kegiatan tersebut dampaknya sangat luas dan terbilang istimewa karena baru saja mereka konflik. Bayangkan di lapangan terbuka hadir ribuan masyarakat untuk menyatakan pilkada damai. Itu yang menonjol. Hal menonjol lainnya adalah penyebaran informasi kepada semua masyarakat dan media lokal serta internasional yang sangat berpengaruh meningkatkan kesadaran masyarakat Aceh. Bamboedoea sukses menyelenggarakan komunikasi publik di Aceh dan diakui oleh media massa dalam negeri dan luar negeri sebab semua informasi terdiseminasi dengan baik melalui pengelolaan Media Center Pilkada Aceh. Menurut saya, itu prestasi bagus yang harus dijaga.